SuarIndonesia — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan bersama Community Movement Program (CMP) JICA memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kapasitas Manggala Agni Pendamping Desa (MAPD) dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalbar.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Sahat Irawan Manik di Singkawang, Jumat (31/7/2026), mengatakan penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui lokalatih peningkatan kapasitas mentor fasilitator dan fasilitator MAPD.
Menurut dia, pelatihan tersebut dirancang untuk mencetak fasilitator yang mampu mendampingi masyarakat dalam membangun kesadaran, meningkatkan partisipasi, serta mendorong aksi nyata pencegahan karhutla menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA).
“Fasilitator memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tingkat tapak. Kami berharap seluruh peserta mampu melatih rekan-rekan Manggala Agni lainnya menjadi fasilitator yang adaptif, solutif, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ia menjelaskan lokalatih tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan penguatan kapasitas MAPD yang telah diterapkan di seluruh daerah operasi (Daops) Manggala Agni di Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai upaya membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat yang didampingi fasilitator yang kompeten.
“Pendekatan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengendalian karhutla. Kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membangun kemandirian desa dan memperkuat pencegahan karhutla secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut program, Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan bersama tim CMP Project Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan monitoring pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.
“Kegiatan ini bertujuan memastikan keberlanjutan program sekaligus mendorong inovasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan mendukung upaya pencegahan karhutla,” tutur Yudho dilansir dari Antara.
Dalam program tersebut, Kelompok MPA Karimunting memperoleh bantuan hibah 12 ekor kambing Etawa yang dikembangkan dengan teknologi pakan fermentasi dan silase berbahan limbah vegetasi hasil pembersihan lahan. Pemanfaatan limbah tersebut dinilai mampu mengurangi praktik pembakaran sisa vegetasi yang berpotensi memicu kebakaran, sekaligus membuka peluang usaha peternakan bagi masyarakat.
Sahat mengapresiasi inovasi “MPA Karimunting Bersinar” yang mengubah limbah vegetasi menjadi pakan ternak bernilai ekonomi.
“Daripada limbah hasil tebasan dibakar dan menjadi potensi sumber asap, lebih baik dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing Etawa. Dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kita dapat menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ia menambahkan kolaborasi Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan dengan CMP Project JICA menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara bersamaan. Model tersebut diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















