BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak mengamankan buaya muara berukuran panjang 4,5 meter dari area tambak warga di Desa Jelu Air, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah terjerat jaring, Senin (27/7/2026). (Foto: HO-Sealife Indonesia)

Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak mengamankan buaya muara berukuran panjang 4,5 meter dari area tambak warga di Desa Jelu Air, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah terjerat jaring, Senin (27/7/2026). (Foto: HO-Sealife Indonesia)

SuarIndonesia — Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (TRC Balai PK) Pontianak mengamankan buaya muara sepanjang 4,5 meter dari area tambak warga di Desa Jelu Air, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah terjerat jaring.

“Evakuasi dilakukan Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak setelah menerima laporan warga terkait keberadaan buaya yang terjerat jaring di tambak milik Romi di Sambas,” kata petugas Kesehatan Hewan Sealife Indonesia, drh Maulid Dio Suhendro di Pontianak, Rabu (29/7/2026).

Dia menjelaskan warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bergotong royong memindahkan buaya ke area terbuka karena khawatir kondisi satwa itu semakin memburuk, dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Jawai Selatan.

Laporan tersebut diteruskan kepada Balai PK Pontianak pada 27 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Tim Respon Cepat kemudian berkoordinasi dengan warga dan instansi terkait sebelum bergerak menuju lokasi bersama praktisi ahli.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan serta pemeriksaan kondisi buaya yang sebelumnya dilaporkan mulai melemah.

Sesuai prosedur penyelamatan satwa dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), tim memeriksa kondisi kesehatan buaya serta sejumlah bagian tubuh yang mengalami luka.

Setelah dipastikan kondisinya cukup baik, tim melakukan fiksasi ulang tali yang mengikat tubuh buaya untuk mencegah ikatannya melukai atau menyebabkan kerusakan jaringan.

Buaya tersebut kemudian dibawa ke tempat penampungan sementara di Kantor Balai PK Pontianak untuk menjalani rehabilitasi dan pemantauan lebih lanjut.

Pada 28 Juli 2026, pemeriksaan lanjutan dilakukan dan kondisi buaya tersebut dinilai secara umum cukup baik, ditandai dengan aktivitas pernapasan yang cukup normal.

Baca Juga :   PLN Kerja Tanpa Henti Kembalikan Keadaan Kelistrikan Kalselteng

Namun, kata dia, pemeriksaan menemukan sejumlah kelainan, termasuk kerusakan pada mata kanan atau bulbus oculi yang tidak ada.

Buaya juga mengalami luka gesekan pada kaki depan dan belakang serta nekrosis atau kematian jaringan pada kaki kiri yang diduga akibat cedera traumatis atau proses penangkapan.

“Secara umum, kondisi kesehatannya cukup baik, namun masih dalam tahap observasi. Selama proses rehabilitasi akan kita pantau lebih lanjut,” kata Maulid Dio, melansir dari Antara.

Sementara itu, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak Yuda Saniswan mengatakan dalam penanganan buaya muara tersebut, tim bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dan hasil observasi bersama dokter hewan menunjukkan kondisi satwa cukup baik meski terdapat luka di sejumlah bagian tubuh.

Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan satwa yang dilindungi dan pengelolaannya berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keberadaan buaya berukuran besar yang beberapa kali terlihat di sekitar tambak warga selama setahun terakhir menjadi perhatian karena diduga pernah memangsa hewan peliharaan warga. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika
KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara
DIALOG DAERAH Pembahasan Ranperda Prioritas Tahun 2027
PERSONEL BERPRESTASI di Momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 Diberi Kapolda Kalsel Penghargaan
DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:00

2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:42

BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Berita Terbaru


Ilustrasi visual yang menggambarkan kesiapan bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. (SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:59

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (HO-Antara)

Hukum

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:40