AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali

Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali

SuarIndonesia – PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) berencana menaikkan tarif jasa penggunaan alur Sungai Barito untuk pengangkutan batu bara ekspor.

Namun, kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sebelum diberlakukan kepada para pengguna jasa.

Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali, mengatakan usulan penyesuaian tarif mengacu pada rekomendasi Indonesian National Shipowners’ Association (INSA). Hal itu disampaikannya usai rapat bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026).

Menurut Zulfadli, tarif jasa pemanduan atau penyusuan kapal yang saat ini sebesar 0,3 dolar AS per metrik ton diusulkan naik menjadi 0,5 dolar AS per metrik ton.“Persetujuan penyesuaian tarif ini masih menunggu surat dari Kementerian Perhubungan RI. Setelah itu baru kami sosialisasikan kepada para pengguna alur Sungai Barito, kemudian baru diterapkan,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, kenaikan tarif tersebut diproyeksikan berdampak pada peningkatan setoran dividen kepada PT Bangun Banua.

Jika penyesuaian tarif disetujui, dividen yang diterima diperkirakan meningkat dari sekitar Rp17 miliar menjadi sekitar Rp 26 miliar.

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Selain faktor tarif, peningkatan dividen juga dipengaruhi perubahan komposisi kepemilikan saham perusahaan.

Sebelumnya, PT Bangun Banua memiliki 60 persen saham dan PT Pelindo 40 persen.

Berdasarkan kesepakatan terbaru, komposisi saham berubah menjadi 70 persen untuk PT Bangun Banua dan 30 persen untuk PT Pelindo. Perubahan tersebut dinilai akan memperbesar kontribusi perusahaan terhadap pendapatan yang diterima PT Bangun Banua sebagai badan usaha milik daerah Kalimantan Selatan. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PETIR MENGGELEGAR Tanpa Adanya Hujan di Wilayah Banjarmasin
HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca
MAFIA BERAS SPHP harus Dibongkar hingga ke Akarnya
KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara
SUMPAH PEMUDA 2026 Jangan Hanya Patriotik, Beranilah Menuntut Keadilan
DIALOG DAERAH Pembahasan Ranperda Prioritas Tahun 2027
PERSONEL BERPRESTASI di Momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 Diberi Kapolda Kalsel Penghargaan
DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:03

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terbaru

Petugas satgas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Antara)

Kalteng

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:25

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau penanganan karhutla di Simpang Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dokpri)

Kalteng

PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:57