BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat meminta pemerintah kabupaten dan kota di provinsi itu tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem meskipun saat ini sebagian besar wilayah Kalbar telah memasuki musim kemarau.

“Meskipun saat ini memasuki musim kemarau, pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah rawan bencana,” kata Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalimantan Barat, Daniel, di Pontianak, Jumat (19/6/2026).

Dia mengatakan ancaman bencana hidrometeorologi basah masih berpotensi terjadi akibat kondisi cuaca yang dinamis, sehingga pemerintah daerah perlu mempertahankan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang telah disusun.

Menurut Daniel, masyarakat juga perlu terus memantau informasi resmi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika maupun pemerintah daerah terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana yang dapat terjadi di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan pentingnya sistem peringatan dini yang efektif hingga ke tingkat desa agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat ketika terjadi peningkatan curah hujan atau potensi banjir.

“Pemerintah daerah perlu memastikan informasi peringatan dini dapat tersampaikan secara cepat dan tepat hingga ke masyarakat di tingkat bawah, sehingga kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana dapat terus ditingkatkan,” ujar Daniel, Jumat (19/6/2026) melansir dari AntaraKalbar.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah yang berlaku dalam jangka waktu cukup panjang menyesuaikan tingkat kerawanan wilayah masing-masing.

Daniel menyebutkan Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah sejak 5 Januari hingga 31 Desember 2026. Langkah serupa juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sambas dengan masa berlaku status siaga hingga akhir tahun.

Baca Juga :   BALAI DALKARHUT-JICA Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla

Menurut dia, penetapan status siaga darurat tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh sumber daya penanggulangan bencana tetap siap digunakan kapan saja apabila terjadi bencana.

“Kebijakan itu penting untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, logistik, serta koordinasi lintas instansi sehingga respons penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Ia menjelaskan, regulasi memungkinkan pemerintah kabupaten dan kota menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah selama satu tahun penuh apabila kondisi wilayah dinilai memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana banjir maupun cuaca ekstrem.

BPBD Kalimantan Barat menilai kesiapsiagaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana, terutama di daerah-daerah yang selama ini kerap mengalami banjir akibat tingginya curah hujan, luapan sungai, maupun perubahan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Selain memperkuat sistem peringatan dini, pemerintah daerah juga didorong untuk terus melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, memastikan kesiapan jalur evakuasi, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan saat terjadi banjir maupun cuaca ekstrem.

“Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga meskipun Kalimantan Barat saat ini berada pada periode musim kemarau,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BALAI DALKARHUT Kalimantan Perkuat Pencegahan Karhutla di Perbatasan
IBU dan Balitanya Tewas dengan Tubuh Terikat di Hutan
ORANG UTAN ‘Wak’ Terusir Api Karhutla, Kabur ke Kebun Warga
BPBD Hadapi Kendala Tangani Karhutla Dua Kabupaten
PENGUSAHA Singkawang Ditembak, Adik Diduga Jadi Inisiator
BALAI DALKARHUT-JICA Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla
BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:27

KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:22

DINILAI TERCEPAT di Indonesia DPRD-Pemprov Kalsel Sepakati KUA PPAS 2027-KUPA PPAS 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46

PAMAN BIRIN : “Kita Harus Tetap Optimistis. Hilangkan Dendam dan Kedepankan Kebersamaan”

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:49

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Empat Saksi Diperiksa Kejagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Berita Terbaru

Kalteng

KOBAR Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:36

Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok Antara/Jessica Wuysang)

Kesehatan

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:31

Lahan kering di Kobar akibat el nino. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta

Kamis, 13 Agu 2026 - 22:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca