HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HY, Oknum pegawai Perumdam Tirta Senentang ditetapkan sebagai tersangka korupsi uang pelanggan Rp 5 miliar. (Footo: Dok Kejari Sintang)

HY, Oknum pegawai Perumdam Tirta Senentang ditetapkan sebagai tersangka korupsi uang pelanggan Rp 5 miliar. (Footo: Dok Kejari Sintang)

SuarIndonesia — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang menetapkan seorang pegawai Perumdam Tirta Senentang Kabupaten Sintang berinisial HY sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan uang pelanggan. Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.

Penetapan tersangka disampaikan Kepala Kejari Sintang Taufik Effendi didampingi jajaran Tindak Pidana Khusus dan Intelijen Kejari Sintang dalam konferensi pers, Selasa (30/6/2026).

Taufik mengatakan penetapan HY sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah. Penyidikan perkara tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-07/O.1.12/Fd.2/06/2026 tertanggal 5 Juni 2026.

“Setelah dilakukan penyidikan dan diperoleh alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan HY sebagai tersangka,” kata Taufik, melansir dari detikKalimantan.

HY diketahui menjabat sebagai Pengelola Administrasi Keuangan sekaligus Kasir di Perumdam Tirta Senentang Kabupaten Sintang. Berdasarkan hasil penyidikan, ia diduga menyalahgunakan dana pelanggan yang dikelola perusahaan dalam rentang waktu 2009 hingga 2024.

Penyidik mengungkap sejumlah modus yang diduga digunakan tersangka. Di antaranya menuliskan nominal penarikan cek melebihi jumlah yang telah disetujui dalam daftar pengeluaran kas, serta tidak menyetorkan seluruh pembayaran rekening air pelanggan ke rekening resmi perusahaan sesuai nilai yang tercatat dalam Daftar Harian Penerimaan Kas (DHPK).

“Sebagian dana yang tidak disetorkan diduga dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Penyidik juga menemukan dugaan manipulasi saldo rekening Bank Kalbar milik Perumdam Tirta Senentang agar sesuai dengan laporan keuangan perusahaan. Manipulasi tersebut diduga dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan kertas continuous form sehingga menyerupai rekening koran asli.

Baca Juga :   PEMBUNUHAN dI Kelayan B, Tersangka Hapis Peragakan Adegan

“Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut berasal dari dugaan penyalahgunaan uang pelanggan yang terjadi selama kurang lebih 15 tahun,” ujar Taufik.

Atas perbuatannya, HY disangkakan melanggar Pasal 603 dan/atau Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Untuk kepentingan penyidikan, HY ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sintang selama 20 hari ke depan.

“Penahanan dilakukan karena telah memenuhi syarat objektif dan subjektif, termasuk adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, menghambat proses penyidikan, maupun memengaruhi saksi,” tegas Taufik. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca