SuarIndonesia — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) dipercaya menjadi pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
“Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunung Mas agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan,” kata Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Jumat (8/5/2026).
Dia menilai penerapan pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif. Kehadiran program koding dan kecerdasan artifisial diharapkan mampu membuka wawasan generasi muda terhadap perkembangan digital yang kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengapresiasi komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh terciptanya suasana sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan sehingga siswa dapat berkembang secara optimal,” kata Jaya, melansir dari AntaraKalteng.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sepang Suyono menerangkan di Kalteng ada dua SMA yang dipercaya Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah untuk menjadi Sekolah Model Implementasi PM dan KKA dan salah satunya adalah sekolah yang dipimpinnya.
Dia menerangkan, program Sekolah Model Implementasi PM dan KKA bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan berbasis teknologi.
Ia menyebut, di era perkembangan teknologi saat ini, literasi digital dan kemampuan numerasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan.
Melalui Program Pembelajaran Mendalam, sekolah akan melatih peserta didik untuk tidak sekadar menghafal, tetapi juga menganalisis, mencipta, dan memecahkan masalah.
Ditambah dengan KKA, SMAN yang terletak di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang itu berkomitmen membekali peserta didik agar mampu menjadi inovator di masa depan.
“Peluncuran SMAN 1 Sepang sebagai Sekolah Model Implementasi PM dan KKA dilakukan awal pekan kemarin,” katanya.
Suyono mengatakan, inovasi dan teknologi secanggih apapun tidak akan berdampak maksimal, jika peserta didik belajar di sekolah dengan rasa cemas. Oleh sebab itu, SMAN 1 Sepang berkomitmen menghadirkan zona yang bebas dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan.
Di sisi lain, SMAN 1 Sepang bertekad menjawab tuntutan lulusan yang semakin kompleks, di mana kualitas tidak lagi semata diukur dari nilai akademik, melainkan dari keutuhan karakter dan kompetensi.
Untuk itu, delapan dimensi Profil Lulusan akan diperkuat, yakni keimanan, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, komunikasi, kemandirian, kesehatan, dan kolaborasi.
“Saya harap mereka bisa menjadi generasi yang membawa nilai-nilai kebaikan, menjaga nama baik almamater, dan terus menggapai cita-cita setinggi langit,” demikian Suyono. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















