SMAN 1 Sepang Gunung Mas jadi Sekolah Model PM Koding-KKA

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMAN 1 Sepang Suyono (kiri), anggota DPRD Gumas Rusmila (bertopi), dan lainnya meninjau stan pameran hasil karya peserta didik di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gumas. (Foto: Dok SMAN 1 Sepang)

Kepala SMAN 1 Sepang Suyono (kiri), anggota DPRD Gumas Rusmila (bertopi), dan lainnya meninjau stan pameran hasil karya peserta didik di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gumas. (Foto: Dok SMAN 1 Sepang)

SuarIndonesia — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) dipercaya menjadi pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

“Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunung Mas agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan,” kata Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Jumat (8/5/2026).

Dia menilai penerapan pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif. Kehadiran program koding dan kecerdasan artifisial diharapkan mampu membuka wawasan generasi muda terhadap perkembangan digital yang kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengapresiasi komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh terciptanya suasana sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan sehingga siswa dapat berkembang secara optimal,” kata Jaya, melansir dari AntaraKalteng.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sepang Suyono menerangkan di Kalteng ada dua SMA yang dipercaya Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah untuk menjadi Sekolah Model Implementasi PM dan KKA dan salah satunya adalah sekolah yang dipimpinnya.

Dia menerangkan, program Sekolah Model Implementasi PM dan KKA bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan berbasis teknologi.

Ia menyebut, di era perkembangan teknologi saat ini, literasi digital dan kemampuan numerasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan.

Baca Juga :   KAPOLDA Kawal Penanganan Karhutla di Kotim

Melalui Program Pembelajaran Mendalam, sekolah akan melatih peserta didik untuk tidak sekadar menghafal, tetapi juga menganalisis, mencipta, dan memecahkan masalah.

Ditambah dengan KKA, SMAN yang terletak di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang itu berkomitmen membekali peserta didik agar mampu menjadi inovator di masa depan.

“Peluncuran SMAN 1 Sepang sebagai Sekolah Model Implementasi PM dan KKA dilakukan awal pekan kemarin,” katanya.

Suyono mengatakan, inovasi dan teknologi secanggih apapun tidak akan berdampak maksimal, jika peserta didik belajar di sekolah dengan rasa cemas. Oleh sebab itu, SMAN 1 Sepang berkomitmen menghadirkan zona yang bebas dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan.

Di sisi lain, SMAN 1 Sepang bertekad menjawab tuntutan lulusan yang semakin kompleks, di mana kualitas tidak lagi semata diukur dari nilai akademik, melainkan dari keutuhan karakter dan kompetensi.

Untuk itu, delapan dimensi Profil Lulusan akan diperkuat, yakni keimanan, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, komunikasi, kemandirian, kesehatan, dan kolaborasi.

“Saya harap mereka bisa menjadi generasi yang membawa nilai-nilai kebaikan, menjaga nama baik almamater, dan terus menggapai cita-cita setinggi langit,” demikian Suyono. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim
KUMAI Diguyur Hujan
KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla
PETUGAS KARHUTLA KOBAR, Tinggalkan Keluarga ke Medan Berbahaya
KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting
TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan
TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27

PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

TIM gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pendinginan di lahan bekas terbakar yang berada di dekat permukiman warga di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Foto: Antara/M Hafif Nikolas)

Nasional

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Jumat, 16 Okt 2026 - 00:56

Ira, orang utan yang diselamatkan dari area area karhutla di Kotim, Rabu malam (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Kalteng

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:10


Hujan mengguyur Kumai, Kotawawingin Barat. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KUMAI Diguyur Hujan

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:53

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:48

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca