KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian Digital Election Simulation Lab (DESLab) di Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Kemendagri)

Peresmian Digital Election Simulation Lab (DESLab) di Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Kemendagri)

SuarIndonesia — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meresmikan Digital Election Simulation Lab (DESLab) sebagai sarana edukasi publik guna memperkuat pemahaman masyarakat terkait penerapan teknologi digital dalam proses pemilihan yang transparan dan akuntabel.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan pemerintah perlu mengambil peran dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya terkait penggunaan teknologi dalam sistem pemilihan.

“Kemendagri juga harus menjadi fasilitator terhadap pelaksanaan edukasi maupun proses literasi terkait dengan digitalisasi ini, salah satunya pagi ini yang kita akan resmikan yaitu DESLab,” ujar Wiyagus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan DESLab dirancang sebagai ruang simulasi untuk memperlihatkan secara langsung tahapan dalam sistem pemilihan digital, mulai dari verifikasi pemilih, penggunaan hak suara hingga penerapan prinsip satu orang satu suara (one man one vote).

“Intinya ada beberapa hal yang ingin kita sampaikan bahwa melalui DESLab ini kita juga nanti akan melihat secara langsung sebuah sistem ini dioperasionalkan. Verifikasi pemilih harus dilakukan, kemudian juga bagaimana hak suara digunakan, bagaimana prinsip one man one vote juga dijaga, bagaimana prosesnya disimulasikan,” kata Wiyagus, melansir dari Antara.

Menurut dia, keberadaan laboratorium simulasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi, sekaligus menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang lebih modern dan bertanggung jawab.

Wiyagus juga meminta Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) mengelola DESLab secara tertib dan transparan agar dapat menjadi sarana pembelajaran yang kredibel bagi masyarakat.

“Untuk itu, saya meminta kepada BSKDN agar mengelola secara tertib kemudian transparan, sehingga kegiatan simulasi ini harus menjadi pembelajaran yang jelas,” ucapnya.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa

Ia mengharapkan DESLab tidak hanya menampilkan aspek teknologi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji gagasan dan menyiapkan masa depan demokrasi Indonesia yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.

“Kemudian menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang modern, terkemuka dan bertanggung jawab, ruang yang tidak hanya menampilkan teknologi sekali lagi, tetapi juga membangun pemahaman, menguji gagasan dan terutama menyiapkan masa depan demokrasi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Yusharto Huntoyungo mengatakan pihaknya terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkenalkan digitalisasi dalam proses pemilihan di berbagai tingkatan.

“Sehingga persepsi yang selama ini menyatakan bahwa digitalisasi sepenuhnya belum bisa dikontrol, sulit dipercaya dan berbagai persepsi miring tentang pemanfaatan digitalisasi ini bisa kita minimalisasi,” katanya lagi.

Menurut dia, DESLab juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa digitalisasi pemilu tetap sejalan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil).

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk bisa membuktikan bahwa digitalisasi dalam pemilihan itu tetap bisa mendukung prinsip luber dan jurdil,” ujar Yusharto. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan
MASYARAKAT Diminta Kumpulkan Bukti Penipuan Pembukaan SPPG
POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca