SuarIndonesia — Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi Championship 2025/2026 tuntas. Sang Jaksa menang 1-0 dan promosi ke Super League.
Bermain di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026), Persipura dan Adhyaksa harus menjalani playoff usai jadi runner up fase reguler. Keduanya memperebutkan satu tiket tersisa untuk promosi ke Super League musim depan, menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa, dikutip dari detikSport.
Di laga playoff itu, Persipura mendapat perlawanan sengit dari Adhyaksa. Sejak awal babak pertama, Mutiara Hitam ditekan tim milik Kejaksaan Agung RI itu.
Duet Ramiro Fergonzi dan Adilson Silva jadi ancaman bagi pertahanan Persipura. Namun Marckho Merauje dan Ruben Sanadi di belakang bisa meredamnya.
Sepanjang babak pertama, kedua tim saling gantian menekan. Sampai akhirnya Adhyaksa FC unggul atas Persipura Jayapura di masa injury time jelang istirahat.
Adilson Silva bisa menyelesaikan umpan Hashim Kipuw menjadi gol. Adhyaksa unggul 1-0 atas Persipura saat babak pertama tuntas.
Di babak kedua, laga berjalan keras. Persipura, yang harus menyamakan skor, banyak menekan lewat aksi Reno Salampessy, Williams Lugo, dan Jeam Kelly Sroyer.
Persipura sempat nyaris mendapat kartu merah. Pelanggaran Bima Ragil sempat dicek VAR, namun akhirnya cuma berujung kartu kuning di menit ke-53.
Tak lama berselang, gantian Hashim Kipuw yang melanggar keras Ruben Sanadi. Tensi panas sempat muncul, berujung Hashim Kipuw dikartu kuning.
Di menit ke-72, serangan balik Adhyaksa nyaris membuahkan gol kedua. Adilson membawa bola ke depan, dan melepaskan shot yang masih tipis dari gawang Adzb Al Hakim Arsyad.
Di sisa waktu, Persipura Jayapura menggempur Adhyaksa untuk mencari gol penyeimbang. Berkali-kali anak asuh Rahmad Darmawan menciptakan peluang, namun pertahanan Adhyaksa cukup sulit ditembus. Hingga laga tuntas, skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu bertahan.
Hasil ini membawa Adhyaksa FC promosi ke Super League 2026/2027. Tim asuhan Ade Suhendra menyusul PSS dan Garudayaksa berlaga di kompetisi tertinggi musim depan.
Susunan Pemain;
Persipura Jayapura: Adzb Al Hakim Arsyad, Marckho Sandi Merauje, Marthin Alesandro Dusay, Ruben Karel Sanadi, Yustinus Pae; Bima Ragil Satria Rakasiwi (Elisa Basna 90+7′), Gunansar Papua Mandowen (Yohanes Pahabol 84′(, Williams Lugo; Jeam Kelly Sroyer (Victor Mansaray 70′), Ramai Rumakiek (Febrianto 84′), Reno Salampessy (Markus Otto 90+7′)
Adhyaksa FC: Jefri Wibowo Suliarno, Ardi Ramdani, Arif Satria (Mohammad Rafly 77′), Hasim Kipuw (Fayrushi 66′), Rangga Widiansyah; Brayen Pondaag, Makan Konate, Satrio Mega Insan (Harli Cahya 90+5′); Adilson Silva, Galuh Aryanata, Ramiro Fergonzi (Miftahul Hamdi 90+5′)

Suporter Ricuh hingga Mobil Terbakar
Sementara itu, dikutip dari CNNIndonesia, suporter mendadak ricuh setelah Persipura Jayapura gagal lolos ke Super League usai kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5).
Kekecewaan fans Persipura memuncak setelah laga berakhir. Mereka masuk ke dalam lapangan, sehingga pemain dari kedua tim harus dievakuasi guna menghindari amukan suporter.
Dalam video yang beredar di media sosial, pemain dari Adhyaksa FC harus sampai mendapatkan perlindungan dari polisi saat masuk ke kamar ganti.
Pelemparan juga dilakukan suporter ke arah pintu keluar pemain. Mereka pun merusak bench tim di Stadion Lukas Enembe. Kubu Persipura belum memberikan keterangan konkret tentang kericuhan ini.
“Lagi tegang kacau jadi soal statement tidak ada,” ucap Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena, kepada wartawan dikutip dari Detik, Jumat (8/5).
Kericuhan suporter itu juga diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora di dalam lapangan. Dari video yang tersebar terlihat dua orang suporter membawa bender Bintang Kejora di dalam lapangan.
“Ya kan situasi di mana-mana, kalau lagi chaos kan kita menemukan mengutamakan keselamatan masyarakat umum dulu,” ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito saat dimintai konfirmasi.
“(Soal bendera) pasti nanti kita pelajari, termasuk penegakan hukum terutama yang terjadi perusakan dan lain sebagainya,” tutur Cahyo menambahkan.
Puncak dari kericuhan suporter itu adalah terbakarnya ambulance milik Brimob di luar stadion. Selain ambulans, sejumlah mobil yang diduga milik penonton juga dibakar suporter.
“Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan (stadion),” ujar AKBP Dionisius saat dihubungi detikcom, Jumat (8/5) malam.
Dionisius mengatakan, kepolisian meminta massa menghentikan tindakan anarkis tersebut.
“Saya masih di lapangan. Sementara kami masih berhadapan dengan massa di hadapan pintu stadion. Kami masih bertahan,” ujar Dionisius.
“Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis. Sejauh ini kami masih berusaha memukul mundur massa.” (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















