PDU Palangka Raya Ubah Limbah Plastik jadi Paving Block

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 23:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PDU Palangka Raya memeriksa paving block berbahan dasar plastik. (Foto: Istimewa)

Petugas PDU Palangka Raya memeriksa paving block berbahan dasar plastik. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Pusat Daur Ulang (PDU) Panarung, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang di Bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengubah limbah plastik menjadi paving block sebagai bentuk pengelolaan sampah non organik berbasis ekonomi.

Kepala UPTD PST Pahandut dan Sebangau, Robi Sarwo Prasojo di Palangka Raya, Selasa (28/4/2026) menjelaskan bahwa PDU Panarung telah berhasil mengolah plastik sekali pakai menjadi material konstruksi berupa paving block yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp3.000 per keping.

“Produk ini tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga telah dimanfaatkan oleh sejumlah instansi sebagai bagian dari penggunaan material ramah lingkungan,” katanya.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan di wilayah perkotaan.

Robi menyampaikan bahwa proses pembuatan paving block dilakukan dengan memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai. Plastik tersebut dipilah, dibersihkan, kemudian dilelehkan dan dicetak menjadi bahan bangunan yang memiliki daya tahan cukup baik. Selain ramah lingkungan, produk ini juga dinilai lebih efisien karena memanfaatkan bahan baku yang melimpah.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Melalui keterlibatan warga dalam memilah sampah, PDU tidak hanya mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di berbagai daerah,” kata Robi, melansir dari Antara.

Dia menambahkan, selain paving block, PDU Panarung juga mengembangkan berbagai produk daur ulang lainnya seperti kompos dan budidaya maggot hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) sebagai alternatif energi berbasis limbah.

Robi menambahkan, pihaknya juga tengah mengembangkan produk turunan seperti sabun dan eco-enzyme. Namun, produk tersebut masih dalam tahap pengujian laboratorium sebelum dipasarkan secara luas guna memastikan kualitas dan keamanan.

Baca Juga :   POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, operasional PDU Panarung juga memberikan kontribusi sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan yang sebelumnya berbasis kelompok swadaya kini telah berkembang menjadi koperasi yang mampu memberikan penghasilan bagi sebagian tenaga kerja dari hasil produksi.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, meskipun dampak kenaikan harga plastik terhadap jumlah nasabah bank sampah belum signifikan, Robi mencatat adanya kenaikan harga beli limbah plastik di tingkat pengumpul hingga pabrik. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Jika sampah sudah dipilah dari sumbernya, proses pengolahan di PDU menjadi lebih efisien dan optimal,” katanya.

Dengan dukungan lebih dari 50 titik bank sampah di Kota Palangka Raya, masyarakat juga didorong untuk menjadikan sampah plastik sebagai nilai ekonomi, baik melalui tabungan bank sampah maupun penukaran dengan kebutuhan pokok.

Melalui inovasi dan kolaborasi ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap pengelolaan sampah dapat menjadi solusi berkelanjutan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
DITANGKAP Usai Bakar Rumput Halaman Rumah
KMT ELISABET TENGGELAM: 5 Awak Hilang Telah Teridentifikasi
HARI KE-13: 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Lima di Kalteng
TELAH DITEMUKAN 160 Korban KM Virgo Transport-8 dan 52 Meninggal Dunia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca