SuarIndonesia — Kalimantan dikenal sebagai salah satu pulau yang memiliki hutan tropis terbesar di dunia. Walaupun dikenal jarang terjadi gempa dan gunung meletus, bukan berarti tidak ada gunung di pulau ini.
Di balik rimbunnya hutan hujan tropis itu, terdapat deretan pegunungan yang belum banyak tersentuh manusia. Salah satunya adalah Gunung Liangpran, gunung yang berdiri gagah di pedalaman Kalimantan Timur.
Dilansir dari detikKalimantan, pegunungan Liangpran yang terletak di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, gunung ini tingginya mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut. Ketinggiannya membuat Gunung Liangpran dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Kalimantan Timur, sekaligus gunung tertinggi kedua di Kalimantan setelah gunung Bukit Raya.
Gunung Liangpran punya daya tarik tersendiri dibandingkan dengan gunung lainnya di Kalimantan. Gunung ini berlokasi di tengah hutan, terpencil dan jauh dari keramaian.
Liangpran berada di kawasan pegunungan Muller-Schwaner yang juga dikenal sebagai bagian dari Heart of Borneo, yaitu wilayah dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi.
Hutan di sekeliling Liangpran juga merupakan hutan tropis lebat yang masih alami dan terjaga ekosistemnya. Tidak heran jika ditemukan banyak keragaman flora dan fauna di tempat ini.
Surga Anggrek di Pedalaman Borneo
Salah satu kekayaan utama Gunung Liangpran adalah keanekaragaman flora, khususnya anggrek. Pulau Borneo sendiri diperkirakan memiliki sekitar 2.500 hingga 3.000 jenis anggrek, dan sebagian di antaranya tumbuh di kawasan ini.

Penelitian Effendi pada tahun 2019 berjudul Keanekaragaman dan Kelimpahan Anggrek Epifit di kaki Gunung Liangpran Kalimantan Timur, menemukan setidaknya ada 6 jenis anggrek terestrial dan 11 jenis anggrek epifit di kaki Gunung Liangpran.
Tidak hanya mencatat jenis-jenis anggrek saja, penelitian itu menemukan spesies baru anggrek Crepidium micranthum di Kalimantan, dan dua spesies baru endemik yaitu Habenaria salaccensis dan Dendrobium roseatum.
Penemuan-penemuan ini menjadi bukti bahwa Gunung Liangpran perlu banyak diteliti keragaman spesies di dalamnya, karena hingga saat ini masih belum banyak catatan atau penelitian yang dilakukan di sana.
Akses Pendakian yang Ekstrem
Mendaki Gunung Liangpran bukanlah perjalanan biasa. Jalurnya terkenal ekstrem dan menantang, bahkan untuk pendaki berpengalaman sekalipun. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa belum banyak eksplorasi di gunung itu.
Untuk mencapai titik awal pendakian, perjalanan harus ditempuh melalui jalur darat dan sungai. Pendaki biasanya harus menyewa perahu milik warga lokal untuk menyusuri sungai hingga ke pedalaman. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menembus hutan lebat.
Medan yang berat, serta biaya yang tidak sedikit menjadi tantangan tersendiri. Namun, semua itu terbayar dengan panorama alam yang luar biasa di sepanjang perjalanan hingga puncak.
Menembus Batas Tiga Provinsi
Keindahan Gunung Liangpran tidak hanya ada di puncaknya, tetapi juga sepanjang perjalanan menuju ke sana. Jalur pendakian akan membawa pendaki melewati berbagai sungai besar di Kalimantan, Sungai Mahakam, Sungai Barito, dan Sungai Kapuas.
Yup, Gunung Liangpran memang secara administratif terletak di Kalimantan Timur, tetapi rangkaian Pegunungan Muller sebagai jalur pendakian membentang menembus tiga provinsi sekaligus, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Suasana alami hutan hujan yang hijau dan rimbun akan menyambut para pendaki. Berbagai suara bising satwa liar juga akan menemani sepanjang jalan.
Untuk yang punya jiwa petualang, tidak ada salahnya memasukkan Gunung Liangpran ke dalam tujuan pendakian selanjutnya. Selamat berpetualang di jantung Kalimantan! (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















