PEGUNUNGAN Liangpran, Satu Puncak Tertinggi di Kalimantan

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian Pegunungan Muller yang di dalamnya terdapat Gunung Liangpran. (Foto: WWF-Indonesia)

Rangkaian Pegunungan Muller yang di dalamnya terdapat Gunung Liangpran. (Foto: WWF-Indonesia)

SuarIndonesia — Kalimantan dikenal sebagai salah satu pulau yang memiliki hutan tropis terbesar di dunia. Walaupun dikenal jarang terjadi gempa dan gunung meletus, bukan berarti tidak ada gunung di pulau ini.

Di balik rimbunnya hutan hujan tropis itu, terdapat deretan pegunungan yang belum banyak tersentuh manusia. Salah satunya adalah Gunung Liangpran, gunung yang berdiri gagah di pedalaman Kalimantan Timur.

Dilansir dari detikKalimantan, pegunungan Liangpran yang terletak di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, gunung ini tingginya mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut. Ketinggiannya membuat Gunung Liangpran dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Kalimantan Timur, sekaligus gunung tertinggi kedua di Kalimantan setelah gunung Bukit Raya.

Gunung Liangpran punya daya tarik tersendiri dibandingkan dengan gunung lainnya di Kalimantan. Gunung ini berlokasi di tengah hutan, terpencil dan jauh dari keramaian.

Liangpran berada di kawasan pegunungan Muller-Schwaner yang juga dikenal sebagai bagian dari Heart of Borneo, yaitu wilayah dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Hutan di sekeliling Liangpran juga merupakan hutan tropis lebat yang masih alami dan terjaga ekosistemnya. Tidak heran jika ditemukan banyak keragaman flora dan fauna di tempat ini.

Surga Anggrek di Pedalaman Borneo
Salah satu kekayaan utama Gunung Liangpran adalah keanekaragaman flora, khususnya anggrek. Pulau Borneo sendiri diperkirakan memiliki sekitar 2.500 hingga 3.000 jenis anggrek, dan sebagian di antaranya tumbuh di kawasan ini.

Berbagai jenis anggrek epifit di Gunung Liangpran. (Foto: Dok Effendi dkk-2019)

Penelitian Effendi pada tahun 2019 berjudul Keanekaragaman dan Kelimpahan Anggrek Epifit di kaki Gunung Liangpran Kalimantan Timur, menemukan setidaknya ada 6 jenis anggrek terestrial dan 11 jenis anggrek epifit di kaki Gunung Liangpran.

Tidak hanya mencatat jenis-jenis anggrek saja, penelitian itu menemukan spesies baru anggrek Crepidium micranthum di Kalimantan, dan dua spesies baru endemik yaitu Habenaria salaccensis dan Dendrobium roseatum.

Penemuan-penemuan ini menjadi bukti bahwa Gunung Liangpran perlu banyak diteliti keragaman spesies di dalamnya, karena hingga saat ini masih belum banyak catatan atau penelitian yang dilakukan di sana.

Baca Juga :   SAR GABUNGAN Temukan Nelayan Terseret Arus di Muara Badak

Akses Pendakian yang Ekstrem
Mendaki Gunung Liangpran bukanlah perjalanan biasa. Jalurnya terkenal ekstrem dan menantang, bahkan untuk pendaki berpengalaman sekalipun. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa belum banyak eksplorasi di gunung itu.

Untuk mencapai titik awal pendakian, perjalanan harus ditempuh melalui jalur darat dan sungai. Pendaki biasanya harus menyewa perahu milik warga lokal untuk menyusuri sungai hingga ke pedalaman. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menembus hutan lebat.

Medan yang berat, serta biaya yang tidak sedikit menjadi tantangan tersendiri. Namun, semua itu terbayar dengan panorama alam yang luar biasa di sepanjang perjalanan hingga puncak.

Menembus Batas Tiga Provinsi
Keindahan Gunung Liangpran tidak hanya ada di puncaknya, tetapi juga sepanjang perjalanan menuju ke sana. Jalur pendakian akan membawa pendaki melewati berbagai sungai besar di Kalimantan, Sungai Mahakam, Sungai Barito, dan Sungai Kapuas.

Yup, Gunung Liangpran memang secara administratif terletak di Kalimantan Timur, tetapi rangkaian Pegunungan Muller sebagai jalur pendakian membentang menembus tiga provinsi sekaligus, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Suasana alami hutan hujan yang hijau dan rimbun akan menyambut para pendaki. Berbagai suara bising satwa liar juga akan menemani sepanjang jalan.

Untuk yang punya jiwa petualang, tidak ada salahnya memasukkan Gunung Liangpran ke dalam tujuan pendakian selanjutnya. Selamat berpetualang di jantung Kalimantan! (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta
GELOMBANG Capai 2 Meter, Nelayan Kaltim Diminta Waspada!
KORUPSI INSENTIF GURU: Disdikbud Kukar Digeledah Kejati Kaltim
QORI Murjani Raih Juara I MTQ Pelajar Internasional di Malaysia
NELAYAN Maratua Tewas Diterkam Buaya
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:28

KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00

INDOMARET FUN RUN 2026 Hadir di Banjarmasin, Ajak Peserta Berlari Sambil Menikmati Ikon Kota

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:59

KANTOR PLN UP3 Banjarmasin “Digeruduk” Massa Aliansi Pemuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:59

PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Senin, 27 Juli 2026 - 15:50

GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca