SuarIndonesia — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya berharap para pihak menyamakan langkah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah.
“Rapat konsolidasi program MBG ini bertujuan menyamakan pemahaman, menyamakan langkah seluruh pihak terkait, mitra BGN masing-masing pemilik fasilitas /yayasan, para kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), Satgas MBG kabupaten/kota, sehingga ketiga pihak ini betul-betul bahu-membahu dalam melaksanakan program MBG,” kata Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya di Manado, Jumat (8/5/2026).
Ke depan, katanya, BGN akan melakukan langkah-langkah perbaikan terus-menerus. “Dalam pelaksanaan apabila terjadi pelanggaran, misalkan sarana prasarananya kurang, tidak sesuai dengan spesifikasi, ada yang minor ada yang mayor kita suspend, ya kita suspend. Kita memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Dia berharap kejadian menonjol tidak akan terjadi lagi, seperti satu kejadian di Sulawesi Utara pada bulan Januari.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi. Kejadian menonjol ini adalah akibat tidak dilaksanakannya standar operasional prosedur (SOP) di dalam proses produksi MBG,” ucapnya.
Dia mengatakan rapat konsolidasi parsial sudah beberapa kali dilakukan, namun gabungan besar dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan baru sekali ini dilaksanakan.
“Kami berharap program BMG terus didukung. Program ini orientasinya tidak kepada profit. Orientasinya adalah kepada upaya meningkatkan asupan gizi ya, perbaikan gizi untuk seluruhnya dan peningkatan ekonomi pada berbagai lapisan,” katanya.
Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya menegaskan pihaknya akan mengontrol kepala-kepala SPPG yang tidak masuk melalui sistem yang ada.
Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara juga dihadiri jajaran pejabat BGN RI dan daerah, Asisten Bidang Pembangunan dan Kesra Setdaprov Sulut Jimmy Ringkuangan, mitra BGN serta undangan lainnya.
Rp1 triliun per hari
Sementara itu, dilansir dari Antara, Sony Sonjaya mengatakan, uang pemerintah yang dialirkan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata Rp1 triliun per hari.
“Kalau saya analogikan itu seperti butiran air hujan yang mengalir dari langit dari atas langsung ke sel-sel di bawah, langsung ke tanah dari Aceh sampai Papua, dari tingkat desa sampai metropolitan,” kata Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya.
Dia menjelaskan, sebesar Rp122 miliar di antaranya diserap oleh satu koma dua juta relawan yang bekerja di SPPG.
“Nah untuk di Sulawesi Utara sendiri per hari Rp6.477.000 lebih, yang di antaranya Rp841.300.000 itu diserap oleh saudara-saudara kita yang berjumlah 8.413 orang,” ujarnya.
Kemudian sebesar Rp3,8 miliar sehari uang dari pemerintah itu mengalir ke seluruh SPPG dari Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa sampai ke Kota Kotamobagu.
“Jumlahnya 179 SPPG,” katanya menambahkan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















