PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 17:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu sosok inspiratif di balik transformasi tersebut adalah Rabiatul Hariah, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004 Koorcab Rem 101 PD XII/Tambun Bungai. (SuarIndonesia/Ist)

Salah satu sosok inspiratif di balik transformasi tersebut adalah Rabiatul Hariah, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004 Koorcab Rem 101 PD XII/Tambun Bungai. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia -Perjuangan Persit (Persatuan Istri Tentara) Chandra Kirana merawat Budaya Banjar. “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”,

Ungkapan mencerminkan filosofi yang kuat, menggabungkan ketajaman pikiran/tindakan dengan kekokohan prinsip nilai adat.

Diketahui,  produk sasirangan, kain adat khas suku Banjar dari Kalimantan Selatan (Kalsel), kini tak lagi sekadar digunakan dalam upacara adat maupun pengobatan tradisional.

Di tangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (  UMKM), kain penuh makna ini bertransformasi menjadi produk fashion modern yang diminati masyarakat, baik di dalam maupun luar Pulau Kalimantan.

Salah satu sosok inspiratif di balik transformasi tersebut adalah Rabiatul Hariah, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1004 Koorcab Rem 101 PD XII/Tambun Bungai.

Istri dari Letda Inf Nordin Joni ini mengembangkan usaha sasirangan dengan dukungan penuh dari pembina dan Ketua Persit di jajarannya.

Rabiatul, sapaan akrab Rabiatul Hariah, ini, berhasil membuktikan bahwa kain sasirangan, khususnya motif ikan todak, memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus nilai budaya yang kuat.

Motif ikan todak yang diusungnya bukan sekadar hiasan, tetapi sarat filosofi, melambangkan kerja keras, keteguhan dalam menepati janji serta harmoni antara manusia dan alam.

Dalam proses pembuatannya, kain sasirangan todak diproduksi menggunakan perpaduan pewarna alami dan sintetis.

Setiap motif dihasilkan melalui teknik ikat tangan yang khas, menjadikan setiap lembar kain memiliki keunikan tersendiri dan nilai seni yang tinggi.

Usaha ini bermula dari hobi. Namun, dengan visi yang jelas, Ny Rabiatul mengembangkannya menjadi sumber penghasilan yang produktif.

Baca Juga :   PROPAM Polda Kalsel dan POM TNI Sidak Kelengkapan Anggota Polri di Jalan Raya

Sejak tahun 2015, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas produknya.

Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, ia mulai memasarkan hasil karyanya kepada kerabat, tetangga, hingga jaringan yang lebih luas.

Keikutsertaannya dalam berbagai pameran tingkat daerah serta kegiatan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana turut memperluas jangkauan pemasaran produknya.

Memasuki era digital, Rabiatul memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan sasirangan motif todak ke pasar yang lebih luas.

Upaya yang dilakukan Rabiatul menjadi bukti nyata bahwa anggota Persit tidak hanya berperan sebagai pendamping prajurit, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi keluarga.  Semangat inilah yang sejalan dengan tekad “UMKM Persit Bisa”.

Sasirangan motif todak kini hadir bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai simbol keteguhan budaya Banjar yang tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, ajam seperti todak, dan teguh menjaga jati diri. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
LONJAKAN ISPA di Kobar Capai 14 Ribu Kasus
KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:42

PERAIRAN KALTENG: Waspada! Angin Kencang-Gelombang Tinggi

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca