SAMPAH LOW VALUE, Plastik Ciki Cikian jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Kalsel

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Sampah low value seperti bungkus plastik ciki atau makanan ringannya ternyata masih bernilai ekonomis. Bisa menjadi bahan bakar dua pabrik semen di Kalsel.

Di mana dua pabrik tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah terkait pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF).

Bahan baku RDF berasal dari sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomi, seperti bungkus atau kemasan plastik bekas.

Berbeda dengan botol plastik yang masih dapat didaur ulang, jenis sampah tersebut selama ini sulit dimanfaatkan sehingga kini diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen.

Pabrik semen PT Conch, membuka peluang penyerapan RDF hingga 50 ton per hari. Namun, realisasi pasokan saat ini masih berkisar 5–10 ton per hari.

“Masih jauh dari kebutuhan. Itu menjadi PR kita bersama bagaimana 13 kabupaten dan kota bisa menghadirkan RDF,” jelas Kasi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, Lalu Erwin Suprayanto.

Di tingkat daerah, produksi RDF juga masih tergolong rendah, yakni sekitar 2–3 ton per hari di setiap kabupaten/kota. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan fasilitas pengolahan serta sumber daya manusia.

Sementara itu, harga RDF bersifat fluktuatif karena mengikuti kondisi pasar, termasuk pengaruh nilai tukar dolar Amerika Serikat. Saat ini, harga RDF berkisar antara Rp450 ribu hingga Rp600 ribu per ton.

Pasokan RDF direncanakan berasal dari lima kabupaten/kota di kawasan Banjarbakula.  “Kendala kita adalah belum semua bisa menghadirkan sampah low value yang tercacah karena keterbatasan sarana-prasarana yang kita miliki,” ujar

Baca Juga :   NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel

Meski demikian, sejumlah daerah mulai mengirimkan RDF. Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang telah memasok, sedangkan Kota Banjarmasin juga beberapa kali mengirim RDF ke PT Conch setelah penutupan TPA di kota tersebut.

RDF yang dikirim disebut telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan perusahaan. Pemprov Kalsel kini mendorong seluruh kabupaten/kota mengembangkan RDF sebagai solusi pengelolaan sampah anorganik yang selama ini sulit dimanfaatkan.

Kehadiran RDF diharapkan dapat mengakomodasi sampah anorganik yang sebelumnya tidak diterima dalam skema bank sampah karena tidak memiliki nilai ekonomi.

“Dengan adanya konsep RDF ini, kami mengharapkan tidak ada lagi sampah anorganik yang tidak terkelola. Melalui TPS3R maupun bank sampah, seluruh kabupaten/kota bisa menghadirkan solusi pengelolaan sampah melalui RDF,” kata Erwin.

Ia menjelaskan, pengiriman RDF tidak harus melalui TPA Regional Banjarbakula. Masing-masing pemerintah daerah dapat mengirimkan RDF secara langsung kepada pihak pembeli (offtaker), dengan tetap melaporkan volume pengiriman sebagai bagian dari proses pemantauan.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek
RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca