SuarIndonesia– Rimba mart yang berlokasi di Taman Hutan Hujan Tropis, Banjarbaru diresmikan, diresmkikan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, Kamis (30/7/2026).
Rimba Mart melibatkan sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Tahura Sultan Adam, Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), serta perusahaan melalui kelompok binaannya.
Muhidin meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk unggulan dari sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), serta perusahaan mitra seperti Arutmin, Adaro, dan Borneo Indobara.”Karena sudah dibuka, jadi kegiatan ini mestinya dilaksanakan beberapa hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan rimba mart menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk hasil rehabilitasi hutan yang didanai melalui program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS), APBN, maupun APBD.
Yang disajikan dmerupakan produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.
“Ini adalah hasil hutan bukan kayu, artinya bukan hanya kayunya yang memberikan manfaat, tetapi buah dan hasil lainnya juga memiliki nilai ekonomi,” ujar Fathimatuzzahra.
Masyarakat yang ingin memperoleh produk HHBK tidak harus menunggu pelaksanaan Rimba Mart. Produk-produk tersebut juga tersedia di outlet HHBK yang berada di masing-masing KPH.
“Tersedia pula di Pusat Pemasaran Hasil Hutan di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, KP Forester, serta galeri yang berada di Tahura Sultan Adam,” tuntas Fathimatuzzahra.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















