BKSDA-YIARI Translokasikan Orang Utan

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 22:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI berhasil mentranslokasikan satu individu orang utan dari Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara sebagai upaya mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. (Foto: YIARI)

BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI berhasil mentranslokasikan satu individu orang utan dari Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara sebagai upaya mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. (Foto: YIARI)

SuarIndonesia — BKSDA Kalbar bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) berhasil mentranslokasikan satu individu orang utan dari Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara guna mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Kegiatan translokasi melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Palung, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat,” kata Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARI, Muhadi, di Pontianak, Minggu (26/4/2026).

Translokasi dilakukan menyusul laporan warga terkait kemunculan orang utan di area perkebunan sejak akhir tahun lalu.

Dia mengatakan langkah translokasi diambil setelah berbagai upaya penanganan lain dipertimbangkan secara matang. Menurut dia, keberadaan orang utan yang mulai menetap di kebun warga dalam sepekan terakhir telah menimbulkan kerugian dan kekhawatiran masyarakat.

“Translokasi dilakukan untuk menjamin keselamatan orang utan sekaligus mengurangi potensi konflik dengan manusia. Ini merupakan langkah terakhir setelah melalui proses asesmen yang komprehensif,” tutur Muhadi dilansir dari Antara.

Tim gabungan melakukan evakuasi sejak pagi hari dengan menggunakan senapan bius yang dioperasikan oleh petugas berizin, serta perhitungan dosis anestesi yang cermat oleh dokter hewan.

Dokter hewan YIARI, drh Rachel menyampaikan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka alami pada wajah dan lengan kiri serta fraktur pada gigi. Namun, kondisi tersebut telah pulih dan tidak memengaruhi kesehatan satwa.

Baca Juga :   KARANTINA KALBAR Cegah Perdagangan Satwa Liar di Perbatasan

“Secara umum kondisi orang utan sehat dan layak untuk ditranslokasikan,” katanya.

Setelah pemeriksaan, orang utan itu dipindahkan ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang dinilai memiliki perlindungan kuat dan ketersediaan pakan yang memadai. Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran ditempuh sekitar dua jam menggunakan kombinasi transportasi darat dan air.

Setiba di lokasi, proses pelepasliaran melibatkan masyarakat setempat. Orang utan menunjukkan respons positif dengan segera bergerak menjauh dan memperlihatkan perilaku liar sebagai tanda kesiapan kembali ke habitat alaminya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam keberhasilan translokasi tersebut.

“Translokasi ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan orang utan sekaligus mengurangi konflik dengan manusia. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak sangat menentukan keberhasilan kegiatan ini,” katanya.

Sementara Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul menekankan pentingnya perencanaan tata guna lahan yang terintegrasi guna menekan konflik antara manusia dan satwa liar.

“Perubahan tata guna lahan yang cepat menjadi tantangan besar bagi orang utan untuk bertahan. Diperlukan komitmen bersama agar manusia dan satwa dapat hidup berdampingan secara berkelanjutan,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARANTINA KALBAR Cegah Perdagangan Satwa Liar di Perbatasan
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 21:38

RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam

Kamis, 23 April 2026 - 19:50

DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 19:34

DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD

Kamis, 23 April 2026 - 18:24

DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Berita Terbaru

(newswire.lk)

Internasional

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:11

Korban dan angkotnya dibakar pelaku yang tak terima ditegur karena serobot antrean ngetem di Tanah Abang (Foto: Istimewa)

Hukum

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:01

Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama Kantor Bea Cukai Kelas II Nunukan menggagalkan ribuan kosmetik ilegal dari Malaysia. (dok Pangkalan TNI AL Nunukan)

Hukum

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Minggu, 26 Apr 2026 - 22:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca