SuarIndonesia – Kinerja positif pembiayaan perumahan syariah, khususnya melalui skema KPR subsidi FLPP, dilakukan Bank Tabungan Negara (BTN) BAnjarmasin dan Bank Syariah Nasional (BSN), membuat kepercayaan masyarakat terus meningkat.
“BTN mulai mengembangkan layanan perbankan yang lebih lengkap (full banking services). Termasuk memperkuat pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk serta mendorong strategi cross selling,” kata Kepala Cabang BTN Banjarmasin, Bona Pasogit Rumapea, Jumat (24/6/2026)/
Hal itu dipaparkannya pada saat diskusi publik bertajuk prospek pertumbuhan ekonomi sektor perumahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diselenggarakan Forum Komunikasi Wartawan Provinsi bersama BTN dan BSN, di salah satu hotel di Banjarmasin.
Disebut, kepercayaan masyarakat terhadap BTN, tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1,277 triliun per 31 Maret 2026.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan dana murah atau current account saving account (CASA) 337,05 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp 672,63 miliar. Sementara kredit non-subsidi tumbuh 3,58% MtD menjadi Rp.10,39 miliar,
Seiring dengan pertumbuhan kredit yang terjaga, memastikan kualitas kredit juga tetap terjaga. BTN Banjarmasin mampu menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) menjadi 3,86 persen per 31 Maret 2026, turun dari 4,78 peren pada Maret 2025.
Sejalan dengan kinerja tersebut, BTN Banjarmasin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp39,64 miliar, tumbuh 12,12 persen MtD, dengan mencatatkan total aset sebesar Rp 5,28 triliun.
Bona Pasogit Rumapea katakan, penguatan funding menjadi fokus utama yang terus dilakukan. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan sumber dana yang stabil, shingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
“Dengan funding yang kuat, kami bisa terus memperluas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, jelasnya.
Ia katakan, BTN terus berupaya memberikan customer experience terbaik kepada nasabah melalui layanan digital dan finansial yang terintegrasi. Tidak hanya sekadar bank spesialis perumahan, dengan mengarah pada layanan perbankan yang lebih lengkap.
“Penguatan sustainable funding menjadi kunci agar bisnis perbankan bisa tumbuh berkelanjutan. Pendanaan adalah bahan bakar utama bank. Kalau tanpa dukungan funding yang kuat, penyaluran pembiayaan tidak akan optimal,” paparnya.
Kemudian BTN Banjarmasin juga mendorong pemanfaatan layanan cash management system, payroll, serta transaksi digital melalui Bale by BTN. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menghadirkan layanan perbankan yang lebih menyeluruh (holistic banking). Tidak hanya pembiayaan perumahan, kami ingin memberikan layanan yang lebih lengkap kepada nasabah,” tambahnya.
Sedangkan Branch Manager BSN Banjarmasin, Sulthon Agung, katakan sepanjang 2025, BSN berhasil menyalurkan pembiayaan untuk 2.977 unit rumah di Kalsel, sekaligus menempatkannya di posisi kedua pangsa pasar perbankan secara umum dan peringkat pertama di sektor perbankan syariah dengan market share 70,2 persen.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan berbasis syariah.
Kehadiran BSN di Kalsel, diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan rumah yang bebas riba, transparan, dan sesuai prinsip syariah, yang kini semakin diminati masyarakat,” ucapnya
Ia sampaikan, transformasi dari BTN Syariah menjadi BSN sejak 22 Desember 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran bank dalam industri keuangan syariah nasional, khususnya di sektor perumahan.
Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan lahan hingga kepemilikan rumah.
“BSN juga mendorong digitalisasi layanan melalui superapps Bale Syariah, yang kini mencatatkan volume transaksi mendekati Rp2 triliun pada 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas akses keuangan syariah di masyarakat,” ujarnya
Hingga triwulan pertama 2026, BSN telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 645 unit rumah di Kalimantan Selatan, dengan pangsa pasar syariah meningkat menjadi 74,5 persen.
Dengan basis pembiayaan yang kuat, dukungan pemerintah melalui program FLPP, serta potensi pasar yang besar, kami optimistis BSN dapat terus tumbuh dan menjadi mitra utama masyarakat dalam memiliki hunian yang layak, berkah dan amanah. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















