RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Antara/M Adimaja)

Foto Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Antara/M Adimaja)

SuarIndonesia — Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis menguat 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.139 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi optimisme terhadap ketegangan geopolitik yang mereda jelang negosiasi putaran kedua antara AS dengan Iran.

“Dari sisi global, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS seiring meningkatnya optimisme terhadap meredanya ketegangan geopolitik serta ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif dari Federal Reserve,” kata Amru di Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Antara.

Kendati terdapat dorongan penguatan dari membaiknya sentimen global, ruang apresiasi rupiah dinilai masih relatif terbatas karena tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Seiring potensi gencatan senjata, Sputnik melaporkan bahwa Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak 13 April di kedua sisi Selat Hormuz, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum dan LNG.

Washington menyatakan bahwa kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran. Otoritas Iran belum mengumumkan penerapan pungutan di selat, tetapi telah membahas rencana tersebut.

Adapun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyampaikan bahwa Blokade AS di Selat Hormuz dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata antara Teheran dan Washington,

Baca Juga :   KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Amru menyampaikan pula ketidakpastian terkait arah inflasi global, dinamika harga energi, serta kehati-hatian investor masih menjadi faktor yang membatasi penguatan rupiah.

Melihat sisi domestik, lanjutnya, fundamental ekonomi Indonesia relatif stabil dengan dukungan cadangan devisa yang memadai dan kebijakan responsif dari Bank Indonesia.

Namun, aliran modal asing yang masih cenderung berhati-hati serta kebutuhan likuiditas dolar AS di pasar domestik turut menahan penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Menurut dia, kesulitan rupiah untuk bangkit dari tren depresiasi beberapa hari terakhir disebabkan kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Hal ini terjadi meskipun indeks dolar AS tengah berada di level terendah dalam enam pekan terakhir, yang mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik belum mereda, terutama akibat arus modal keluar (outflow) yang masih berlangsung.

“Selain itu, dominasi sentimen global dan preferensi investor terhadap aset safe haven membuat penguatan rupiah cenderung terbatas dan rentan terhadap perubahan arah pasar,” ungkap Amru.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak melemah ke level Rp17.142 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.141 per dolar AS. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan
PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:50

IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !

Rabu, 15 April 2026 - 21:44

LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:00

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan arahan dalam Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (16/4/2026). (Antara/Sugiharto P)

Nasional

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca