SuarIndonesia — Seorang eks Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon, IT, ditangkap karena menjadi bandar narkoba jenis sabu. IT diketahui mendapatkan sabu tersebut dari sejumlah daerah, salah satunya Pulau Kalimantan.
Dilansir detikSulsel, IT ditangkap bersama kaki tangannya, RZ. Dirresnarkoba Polda Maluku Kombes Indra Gunawan membenarkan bahwa IT dulunya bertugas di Polresta Pulau Ambon, tetapi sudah dipecat.
“IT ditangkap bersama RZ. Dulu sebelum dipecat dari dinas kepolisian, IT pernah menjabat Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon,” kata Indra, Minggu (26/4/2026).
Dalam aksinya, IT diketahui kerap mendapat omzet hingga Rp 20 juta per hari. Ketika menangkap IT, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 1,7 juta hasil penjualan sabu.
IT bersama RZ ditangkap di sebuah hotel di kawasan Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau pada Selasa (31/3/2026) lalu sekitar pukul 01.00 WIT. Penangkapan mereka bermula dari penangkapan dua pelaku lain, AC dan MH.
“Saat itu disita satu paket sabu siap pakai dari AC. Dari hasil pengembangan, sabu itu didapat dari RZ, kaki tangan IT. Keduanya kemudian ditangkap,” jelas Indra.
Pelaku mengaku sabu tersebut didapatkan dari Buton (Sulawesi Tenggara) dan Kalimantan. Sabu dikirim menggunakan jasa pengiriman.
“Pengakuan dia itu (sabu dikirim) ada dari Buton, ada dari Kalimantan gitu loh, ini lagi kita telusuri juga, dikirim pakai jasa pengiriman,” tambahnya.
Polisi melakukan tes urine terhadap IT dan RZ saat penangkapan. IT mengaku bahwa barang haram yang dijualnya sudah habis. Polisi juga mengecek bukti transaksi di handphone pelaku.
“Jadi ada dana, dana dari hasil penjualan sabu. Kemudian IT mengaku (sabu) sudah habis terjual, kemudian lanjut pemeriksaan urine dan geledah juga. Namun hasil pemeriksaan digital forensik dari HP-nya dan juga rekening-rekening dari segi debitnya itu kan (nilai transaksi mencapai) sekitar Rp 250 juta lebih,” ungkap Indra.
Transaksi tersebut terjadi pada Januari, Februari, dan Maret. Indra menyebut pelaku IT meraup Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per hari dari transaksi penjualan sabu.
“Jadi memang ada ya Rp 10 juta, Rp 20 juta tapi per hari. Tapi saat ini kita fokus di tiga (bulan transaksi) itu, nilai (transaksi) saja ada ratusan juta lah,” jelas Indra. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















