KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 14:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilutrasi titik panas

Ilutrasi titik panas

SuarIdonesia –Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) harus waspada, pasanya tercatat secara Nasional 3.609 titik panas yang terdeteksi.

Dan Kementerian  Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)m bentuk Satuan Tuigas (Satgas) memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk musim kemarau di Kalsel terjadi sejak bulan Mei mendatang. Puncaknya bulan Agustus dan diperkirakan berakhir pada Oktober 2026. Setiap musim kemarau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra melalui Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Bambang Marwanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi musim kemarau

Ia menekankan agar seluruh sarana dan prasarana pengendalian karhutla, seperti selang, mesin pompa air, alat pemadam, serta perlengkapan pendukung lainnya dipastikan dalam kondisi siap pakai.

“Selain itu, pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga akan dilaksanakan pada bulan Mei sebagai upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pencegahan karhutla,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian LH pengutan pembentukan satgas menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengantisipasi meningkatnya risiko karhutla seiring proyeksi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino pada tahun ini.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut penanganan karhutla harus mengedepankan langkah pencegahan yang terencana dan terkoordinasi.

“Kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran,” tegas Hanif.

Respons cepat dan kerja terpadu lintas sektor untuk menekan potensi kebakaran sejak dini, merupakan langkah yang sangat penting.

Secara nasional, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, jumlah kejadian karhutla pada awal tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan.

Tercatat sebanyak 3.609 titik panas terdeteksi, atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :   KASUS PROYEK di Disdik Banjarmasin Ternyata Total Anggaran 6,5 Miliar, Segera Tetapkan Tersangka

Luas area kebakaran hingga Februari 2026 mencapai lebih dari 32 ribu hektare, dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan menjadi daerah yang paling terdampak.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Kementerian LH membentuk Satgas Pengendalian Kebakaran Lahan yang terdiri dari tim pendamping, sekretariat dan tim klarifikasi.

Satgas ini bertugas memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memastikan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran berjalan efektif hingga tingkat lapangan.

Selain itu, penguatan respons dini terhadap kebakaran menjadi salah satu prioritas utama.

Pemerintah mendorong aktivasi posko pengendalian karhutla di wilayah rawan hingga tingkat desa, serta memastikan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan dukungan dari pemerintah daerah maupun pelaku usaha.

“Upaya lain yang dilakukan adalah memperkuat infrastruktur pengendalian karhutla, khususnya di kawasan gambut,” jelas Menteri Hanif.

Langkah tersebut meliputi perbaikan tata kelola air, pembangunan sekat kanal, serta penyediaan sumber air seperti sumur bor dan embung.

Pelaksanaan program ini dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, dunia usaha, aparat TNI/Polri dan masyarakat.

Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang, dengan indikasi El Nino pada kategori lemah hingga moderat.

Kondisi ini diperkirakan meningkatkan potensi kebakaran, terutama di wilayah rawan seperti Riau dan Kalimantan Barat. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban
1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”
BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang
EL NINO Berpotensi Perpanjang Kemarau dan Karhutla di Kalsel
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 23:45

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 April 2026 - 23:40

BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:18

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhamad Muslim (kanan). (Foto: MC Kominfo Kalsel)

Kalsel

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca