SuarIndonesia – Gagal berangkat sebanyak tiga Calon Jemaah Haji (JCH) Embarkasi Banjarmasin yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertama ke Tanah Suci, Mekkah.
Satu orang karena meninggal dunia dan dua orang lainnya faktor kesehatan. Sesaat sebelum masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4/2026), jemaah lansia meninggal dunia.
Dari kuota keberangkatan 360 orang, terpaksa berkurang satu jemaah yang meninggal kategori lanjut usia.
Gagal berangkat juga dialami dua CJH lainnya. Salah satunya adalah Rusmiati Asnawi (65) dikabarkan dirujuk ke Rumah Sakit Idaman (RSD) Idaman Banjarbaru.
Sebelum dirujuk, Rusmiati mengeluhkan lemas dan pusing yang dirasakannya.
Dokter Kloter pertama Banjarmasin dr. Aldiya Jamila membenarkan adanya hal ini.
Ia menyebut yang bersangkutan tidak mengikuti penerbangan malam ini.“Iya ada, tidak ikut kloter ini. Jadi ditunda keberangkatannya,” ujar dr. Aldiya.
Ia mengungkapkan, saat ini kondisi Rusmiati sedang dalam tahap penerimaan transfusi darah. Rusmiati sendiri masuk dalam kategori resiko tinggi, mengingat usianya yang masuk kategori lansia.
Di kloter pertama, sendiri terhitung ada 179 jemaah yang masuk dalam kategori resiko tinggi. “Range usia sekitar 64 persen lansia,” tuturnya.
Adapun rata-rata jamaah yang berangkat kebanyakan mengidap penyakit hipertensi.
Dari keterangan dr. Aldiya, diketahui Rusmiati mengidap beberapa penyakit. Seperti, hipertensi, diabetes dan anemia.
Tidak hanya Rusmiati yang keberangkatannya tertunda, satu jemaah lainnya yang menderita demensia juga ditunda keberangkatannya.
“Satu yang anemia itu dengan yang pendamping jadi dua. Satu orang jemaah lainnya ditemukan demensia. Jadi digantikan dari jemaah kloter lain,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















