4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi 8 jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau. (Foto: Istimewa)

Proses evakuasi 8 jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Proses identifikasi korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Sekadau terus dilakukan oleh petugas Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Hingga Jumat (17/4/2026) sore, empat dari delapan jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Dari hasil pencocokan tersebut, empat korban yang telah teridentifikasi yakni Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang, Patrick Kee Chuan Peng (warga negara Malaysia), dan Victor Tan Keng Liam.

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalbar, Kombes Subur mengatakan, seluruh jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung ditangani tim forensik.

“Penanganan dilakukan oleh empat dokter spesialis forensik. Saat ini proses identifikasi melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, data ante mortem diperoleh dari keluarga korban yang datang ke posko, meliputi identitas, ciri fisik, hingga riwayat medis korban sebelum meninggal.

“Misalnya tanda lahir, kondisi fisik, hingga riwayat tertentu yang bisa membantu proses pencocokan dengan kondisi jenazah,” jelasnya.

Sementara itu, empat jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Tim masih menunggu kelengkapan data dari pihak keluarga yang terus berdatangan ke rumah sakit.

Subur menyebut, secara umum kondisi jenazah masih memungkinkan untuk dikenali sehingga membantu proses identifikasi. Namun, prosedur tetap dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keakuratan data.

“Semua jenazah sudah berada di ruang post mortem dan telah dilakukan tindakan. Tinggal proses pencocokan dengan data keluarga agar benar-benar valid sebelum diserahkan,” katanya.

Setelah proses rekonsiliasi dinyatakan lengkap dan disaksikan pihak keluarga, jenazah akan diserahkan secara resmi untuk dimakamkan.

Polda Kalbar, kata dia, berharap proses identifikasi dapat segera rampung, mengingat sebagian besar keluarga korban telah berada di Pontianak.

“Semakin cepat data ante mortem lengkap, maka proses identifikasi juga bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.

Jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau tiba di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Pontianak. (dok Istimewa)

Operasi SAR di Kalbar Resmi Ditutup

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan helikopter PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, resmi ditutup pada Jumat (17/4/2026). Penutupan dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut telah ditemukan, meski dalam kondisi meninggal dunia.

“Seluruh korban telah ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

KNKT sebut helikopter yang jatuh di Sekadau Kalbar tak miliki black box. (Humas SAR Pontianak)

KNKT: Heli PK-CFX tak Dilengkapi Black Box

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut penyebab kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam temuan awal, helikopter tersebut diketahui tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan atau black box.

Investigator KNKT, Dian Saputra menjelaskan, helikopter tipe Airbus Helicopters H130 memang tidak dilengkapi Cockpit Voice Recorder (CVR) maupun Flight Data Recorder (FDR) seperti pesawat komersial.

“Untuk helikopter jenis ini memang tidak dilengkapi black box seperti pesawat besar. Tidak merekam percakapan,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor SAR Pontianak, Jumat (17/4/2026).

Ketiadaan perangkat tersebut menjadi tantangan dalam proses investigasi. Meski begitu, KNKT tetap mengumpulkan berbagai data pendukung untuk mengungkap kronologi kecelakaan.

“Kita berupaya mendapat informasi dan data dari alat perekam yang lain,” ujarnya.

Salah satu sumber data yang akan dianalisis adalah perekam performa mesin (engine data recorder) yang dimungkinkan masih menyimpan informasi penting terkait kondisi teknis sebelum insiden terjadi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERUNGKAP Pengemudi Mobil SUV yang Tabrak Kabur Ternyata Pengedar Narkoba Lintas Kalselteng
PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun
RUMAH SEWAAN di Rawasari Terbakar, Sebuah Motor Turut Hangus
KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:37

TERUNGKAP Pengemudi Mobil SUV yang Tabrak Kabur Ternyata Pengedar Narkoba Lintas Kalselteng

Rabu, 9 September 2026 - 14:51

PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 14:44

RUMAH SEWAAN di Rawasari Terbakar, Sebuah Motor Turut Hangus

Rabu, 9 September 2026 - 00:24

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:38

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 September 2026 - 20:47

TATA KELOLA Air Kunci Cegah Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca