JEJAK Penemuan Rafflesia Hasseltii di Sambas

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 23:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Rafflesia Hasseltii ditemukan di Kalimantan Barat. (Foto: Dokumentasi Agri Aditya)

Bunga Rafflesia Hasseltii ditemukan di Kalimantan Barat. (Foto: Dokumentasi Agri Aditya)

SuarIndonesia — Bunga Rafflesia Hasseltii pertama kali ditemukan di Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada tahun 2012. Penemuan pertama kali ini oleh Tim Penelitian Flora dan Fauna Ekspedisi Khatulistiwa yang diorganisir oleh Komando Pasukan Khusus, Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD).

Dalam rangkuman jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Reinwardtia Volume 18(2). Jurnal yang ditulis oleh empat peneliti: Rismita Sari dan Inggit Puji Astuti dari LIPI – Kebun Raya Bogor, serta Miftahul Huda dan Ratna Susandarini dari Fakultas Biologi UGM.

Dapam jurnal, penemuan ini adalah catatan pertama ditemukannya Rafflesia Hasseltii di Kalimantan setelah penemuan sebelumnya di Sarawak. Bunga Rafflesia Hasseltii yang ditemukan memiliki 5‒6 helai perigon.

Setelah ditemukan TNI AD pada 2012, setahun kemudian Tim Peneliti LIPI kembali ke lokasi penemuan untuk mengumpulkan spesimen, yakni di kawasan hutan lindung Desa Temajuk, tepatnya di Tanjung Datuk.

Spesimen dari Tanjung Datuk tersebut kemudian dibandingkan dengan Rafflesia Cantleyi, Rafflesia Azlanii, serta Rafflesia Hasseltii dari Sumatera dan Sarawak, Malaysia. Hasilnya menunjukkan kecocokan yang kuat dengan Rafflesia Hasseltii, meskipun terdapat variasi morfologi.

Kemudian pada 2019, para peneliti tersebut mencatat keberadaan Rafflesia Hasseltii di kawasan hutan lindung Desa Temajuk, tepatnya di Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia.

Hingga kini, belum ada peneliti yang kembali datang untuk mengidentifikasi populasi Rafflesia yang sering ditemui warga di kawasan hutan lindung Desa Temajuk. Empat peneliti dalam jurnal itu sudah dihubungi via email. Namun, belum ada satu pun yang merespon.

Penemuan Terbaru

Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Sambas. (Foto: Dokumentasi Agri Aditya)

Agri Aditya, warga Pontianak yang sebagai pecinta alam mengklaim menemukan Rafflesia Hasseltii di kawasan hutan lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Ia bersama teman-temannya yang sedang menjelajah hutan hujan tropis menuju Mercusuar Tanjung Datuk menemukan spesies tumbuhan parasit itu bermekaran di jalur pendakian.

“Saya pernah melihat langsung bunga Rafflesia Hasseltii mekar sempurna di kawasan hutan hujan tropis kawasan hutan lindung Desa Temajuk,” kata Agri Aditya, melansir dari detikKalimantan.

Rafflesia Hasseltii adalah spesies tumbuhan parasit dari genus Rafflesia dan famili Rafflesiaceae yang diinangi oleh beberapa spesies Tetrastigma. Tumbuhan ini berasal dari Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Rafflesia Hasseltii memiliki variasi bentuk, warna, dan pola yang paling luas dibandingkan semua Rafflesia.

Di Sumatera, peneliti membutuhkan waktu 13 tahun untuk menemukan kembali Rafflesia Hasseltii. Sementara di hutan lindung Desa Temajuk-kawasan Perbatasan RI-Malaysia, masyarakat dengan mudah menemukan Rafflesia.

Baca Juga :   BKSDA-YIARI Selamatkan Bayi Orangutan

Lanjut Agri Aditya bercerita, lima bulan yang lalu, tepatnya pada 29 Juni 2025, ia bersama tiga temannya melakukan tracking menuju Mercusuar Tanjung Datuk melewati hutan lindung Desa Temajuk. Mereka menempuh perjalanan santai sekitar enam jam, dipandu oleh Unyil, seorang petugas mercusuar.

Sekitar satu jam berjalan dari kaki bukit, setelah melintasi hutan lebat, rombongan tanpa sengaja menemukan Rafflesia Hasseltii yang sedang mekar sempurna. Mereka termasuk orang yang sangat beruntung. Agri pun segera mengabadikan momen itu dan mengaku sangat takjub. Begitu juga teman-temannya.

“Itu pengalaman kedua saya bertemu langsung dengan bunga Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna. Saya pernah bertemu dengan Rafflesia Tuan-Mudae di Singkawang pada tahun 2006,” ujar Agri.

Kemudian, pada Minggu (30/11/2025) kemarin empat bakal bunga Rafflesia kembali ditemukan di kawasan hutan lindung Desa Temajuk. Belum diketahui secara pasti Rafflesia ini jenis Hasseltii atau bukan.

Rafflesia yang masih berbentuk knop (istilah umum digunakan untuk bakal bunga yang hampir mekar) ini ditemukan oleh Aan, petugas Mercusuar Tanjung Datuk di jalur tracking menuju mercusuar. Jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari kaki bukit. Lokasinya, sama persis ditemukannya Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna pada Juni lalu.

“Hari ini saya menemukan lagi bunga Rafflesia yang hampir mekar. Ada empat knop di lokasi yang sama tempat ditemukannya Rafflesia yang mekar tiga bulan lalu,” kata Aan kepada sejumlah media, Minggu (30/11/2025) sore.

Akan Dilakukan Uji DNA

Sementara itu, Kasubbag TU Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Doni Maja Perdana mengatakan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat mengenai penemuan Rafflesia Hasseltii di kawasan hutan lindung Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

“Informasi itu sudah kami terima dari laporan masyarakat dan sudah ada juga yang beredar di media sosial. Ini sudah disampaikan ke pimpinan kami dan akan dilakukan penelitian serta pengambilan sampel DNA untuk memastikan apakah itu benar Rafflesia Hasseltii,” katanya, Senin (1/12/2025). ( */ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KAPOLRI “Zoom” dengan Kapolda Bersama Forkopimda Kalsel, Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
PUTUSAN UNIK, Hakim PN Mempawah Hukum Terdakwa Berlebaran ke Rumah Korban
DIAMANKAN Lima Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
AKHIRNYA! Santri Irfan Berpulang, Jenazah Dipulangkan ke Kayong Utara

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. (pixabay/ ELG21).

Internasional

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:43

Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Dok Antara/Aswaddy H)

Bisnis

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:18

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara memusnahkan 1,7 ton media pembawa tanpa dokumen karantina dengan menggunakan incinerator di Satpel Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Selasa (14/4/2026). (Balai Karantina Kaltara)

Kaltara

DIMUSNAHKAN 1,7 Ton Media Pembawa tanpa Dokumen

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:08


Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya. (Antara)

Kalteng

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:00

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca