TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ODGJ di Palangka Raya saat diamankan. (Foto: dok Dinsos Palangka Raya)

ODGJ di Palangka Raya saat diamankan. (Foto: dok Dinsos Palangka Raya)

SuarIndonesia — Di balik hiruk-pikuk kehidupan perkotaan di Kota Cantik, ratusan warga Palangka Raya tengah berjuang melawan gangguan kesehatan mental. Data terbaru menunjukkan 913 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tercatat di Palangka Raya.

Palangka Raya menghadapi tantangan serius dalam penanganan kesehatan jiwa masyarakat. Dari jumlah tersebut, 237 orang telah mendapatkan pendampingan dan penanganan dari Dinas Sosial.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya, Riduan, mengungkapkan tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor yang diduga memicu naiknya kasus gangguan mental.

“Kesulitan pekerjaan, beban kebutuhan hidup yang semakin berat, hingga stres berkepanjangan bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Riduan, Selasa (9/6/2026) melansir detikKalimantan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya membentuk tim penanggulangan ODGJ yang melibatkan berbagai instansi. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Tim tersebut bertugas merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait ODGJ yang membutuhkan pertolongan atau berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Begitu laporan diterima, petugas akan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan jika diperlukan. Selanjutnya, ODGJ akan dirujuk ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan medis yang sesuai.

“Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” kata Riduan.

Tak hanya itu, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan bagi ODGJ yang ditangani tidak dipungut biaya. Bahkan bagi warga yang belum memiliki identitas kependudukan atau jaminan kesehatan, pemerintah siap membantu proses pengurusannya.

Baca Juga :   WARGA Pulpis Salat Istisqa Minta Hujan

“Kalau belum punya KTP akan kami bantu. Kalau belum memiliki BPJS juga akan kami fasilitasi agar bisa mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.

Dalam skema penanganan yang telah disepakati, setiap instansi memiliki peran masing-masing. Kepolisian dan Satpol PP melakukan pengamanan saat evakuasi, Dinas Kesehatan menangani pemeriksaan dan pemantauan pengobatan, sementara Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei memberikan rehabilitasi medis dan psikososial.

Di sisi lain, Dinas Sosial bertanggung jawab pada rehabilitasi sosial, layanan rumah singgah, bantuan administrasi kependudukan, hingga penelusuran keluarga pasien. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan atau tindakan kekerasan terhadap ODGJ.

Sebaliknya, keluarga dan lingkungan sekitar diharapkan menjadi pihak pertama yang aktif melaporkan jika menemukan gejala gangguan kejiwaan pada seseorang. Laporan tidak harus disampaikan langsung ke Dinas Sosial. Masyarakat dapat menghubungi puskesmas, kepolisian, Satpol PP, maupun Tim Siaga 112 yang akan meneruskan informasi kepada petugas terkait.

“ODGJ bukan untuk dijauhi, melainkan dibantu dan dilindungi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak penyandang gangguan jiwa yang memperoleh haknya untuk hidup sehat, aman, dan bermartabat,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
DITANGKAP Usai Bakar Rumput Halaman Rumah
KMT ELISABET TENGGELAM: 5 Awak Hilang Telah Teridentifikasi
HARI KE-13: 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Lima di Kalteng
TELAH DITEMUKAN 160 Korban KM Virgo Transport-8 dan 52 Meninggal Dunia
195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca