KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 22:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pelayaran di pelabuhan Rasau Jaya, Kalbar. (Foto: Dok Antara)

Aktivitas pelayaran di pelabuhan Rasau Jaya, Kalbar. (Foto: Dok Antara)

SuarIndonesia — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi melumpuhkan layanan transportasi kapal penumpang dan barang pada sejumlah jalur perairan di Kalimantan Barat sejak minggu kemarin.

“Rute yang terdampak di antaranya Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara menuju Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, serta jalur Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar menuju Rasau Jaya dan sebaliknya. Sejumlah kapal tambang terpaksa menghentikan operasional karena operator kesulitan memperoleh pasokan solar subsidi untuk menjalankan pelayaran,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Kalimantan Barat, Agus Tianto, di Pontianak, Senin (18/5/2026).

Dia mengatakan kelangkaan BBM subsidi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat pesisir dan distribusi logistik.

“Masalah ini jangan dibiarkan berlarut,” tuturnya.

Menurut dia, jalur Teluk Batang–Rasau Jaya merupakan akses transportasi vital bagi masyarakat pesisir karena tidak tersedia jalur alternatif darat yang memadai.

Ia menjelaskan sebagian besar aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan penumpang hingga pengangkutan kebutuhan pokok, sepenuhnya bergantung pada layanan transportasi air.

“Karena itu, terganggunya operasional kapal sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat pesisir,” tutur Agus Tianto dilansir dari AntaraKalbar.

Selain pasokan yang sulit diperoleh, harga solar di lapangan juga disebut melonjak jauh di atas harga subsidi yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :   LINDUNGI GAGAL PANEN, 6.740 Hektare Pertanian Diasuransikan

Jika harga resmi solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter, di sejumlah titik harga jual disebut mencapai Rp17 ribu per liter atau hampir tiga kali lipat lebih mahal.

Kondisi tersebut dinilai semakin membebani operator kapal rakyat yang mengandalkan BBM subsidi untuk menjaga keberlangsungan layanan transportasi.

Agus mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi solar subsidi, khususnya bagi sektor transportasi rakyat yang bergantung penuh pada pasokan BBM tersebut.

Ia juga meminta pengawasan distribusi diperketat agar penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan tidak menghambat aktivitas masyarakat pesisir.

“Distribusi BBM subsidi wajib tepat sasaran agar tidak menghambat transportasi masyarakat yang sangat bergantung pada solar,” katanya.

Saat ini para operator kapal berharap distribusi solar subsidi segera kembali normal sehingga layanan pelayaran pada rute Teluk Batang–Rasau Jaya maupun Padang Tikar–Rasau Jaya dapat kembali beroperasi secara optimal. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya
PASAR MURAH ke-35 Digelar Disperindag Balangan, Warga Terbantu
OJK: 8 Pindar Masuk dalam Pengawasan Khusus
H KARTOYO Dorong Penguatan Potensi Ekonomi Warga Baruh Jaya
GAJI ke 13 ASN Pemprov Kalsel Dicairkan Mulai Besok, Alokasi Anggaran Disiapkan 120 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca