1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz, Teluk Persia. (Anadolu)

Foto Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz, Teluk Persia. (Anadolu)

SuarIndonesia — Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Sejak awal serangan, Teheran secara efektif menutup jalur perairan strategis tersebut bagi kapal-kapal yang terkait dengan negara penyerang, sehingga lalu lintas maritim di selat itu terhenti.

Kapal-kapal di kawasan yang bersiap melintasi selat tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer, dengan sebagian besar kapal yang tertahan menjatuhkan jangkar di perairan terbuka.

Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran serta mematuhi sepenuhnya aturan keselamatan dan keamanan.

Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, Rabu (25/3/2026) mengatakan bahwa pihak Iran telah mengubah aturan di selat tersebut dan situasi tidak akan kembali seperti sebelum perang, seraya menegaskan bahwa entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintas.

Berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz.

Di antara kapal yang tertahan terdapat sekitar 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah.

Sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, kata perusahaan analisis Vortexa.

Selain itu, terdapat 177 kapal kargo umum, 174 kapal kontainer, 98 kapal pengangkut gas petroleum cair, 42 kapal pengangkut aspal atau bitumen, 37 kapal angkut berat, serta 34 kapal tanker LPG atau kimia di kawasan tersebut, sementara sisanya terdiri dari berbagai jenis kapal lain seperti kapal Ro-Ro, kapal pengangkut bahan bakar, dan kapal angkut berat.

Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd melaporkan bahwa enam kapalnya tidak dapat beroperasi di Teluk Persia di tengah ketegangan yang berlangsung.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Tarif angkutan melonjak, rute alternatif terbatas

Direktur analisis maritim Baltic and International Maritime Council, Filipe Gouveia, mengatakan kepada Anadolu bahwa dampak penghentian lalu lintas maritim terhadap pasar pelayaran dan tarif angkutan akan bergantung pada berbagai faktor.

Ia menyebut perkembangan harga bahan bakar, lamanya penutupan selat, serta jumlah kapal yang diizinkan Iran untuk melintas akan menjadi faktor penentu, sementara ketegangan di kawasan turut mendorong kenaikan tarif angkutan.

Kenaikan tersebut terutama terlihat pada pasar kapal tanker, termasuk tanker minyak mentah dan produk minyak.

Ia mengatakan bahwa sejak 27 Februari, Baltic Dirty Tanker Index meningkat 49 persen dan Baltic Clean Tanker Index naik 78 persen hingga 20 Maret, dengan tarif angkutan di pasar kontainer juga mengalami lonjakan.

Kenaikan biaya bahan bakar serta pengenaan biaya tambahan darurat oleh perusahaan pelayaran turut berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi normal sekitar 30 persen ekspor minyak global melalui jalur laut, 4 persen kargo curah kering, dan 3 persen volume kontainer melintasi Selat Hormuz.

Namun, hanya sebagian ekspor dari Teluk Persia yang dapat dialihkan ke sumber alternatif, sementara jalur darat tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan volume kargo seperti biasanya.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 5,5 persen armada kapal tanker dunia dan 1,5 persen armada kapal kontainer kargo kering saat ini berada di kawasan Teluk Persia. (*/Anadolu/Antara/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca