SEMIFINAL Piala Dunia 2026: Spanyol Melaju ke Final, Kalahkan Prancis

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemain Spanyol bersorak setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. (Foto: Getty Images)

Para pemain Spanyol bersorak setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. (Foto: Getty Images)

Spanyol melaju ke final Piala Dunia setelah menyingkirkan favorit Prancis dengan kemenangan meyakinkan pada laga semifinal di Stadion Dallas.

SuarIndonesia — Tim asuhan Luis de la Fuente berhasil meredam Prancis 2-0 dengan mengendalikan pertandingan yang minim peluang.

Spanyol melaju ke partai puncak berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Oyarzabal membuka keunggulan melalui titik penalti pada pertengahan babak pertama.

Hadiah penalti diberikan wasit setelah kesalahan bek kiri Prancis, Lucas Digne, melanggar pemain sayap Lamine Yamal saat berusaha menyapu bola.

Penalti dieksekusi dengan tenang oleh Oyarzabal ke sudut gawang.

Setelah unggul, Spanyol semakin menunjukkan kendali penuh atas jalannya laga.

Setelah penampilan yang kurang meyakinkan di babak pertama, Prancis diperkirakan akan tampil lebih agresif selepas jeda.

Tapi justru Spanyol yang kian percaya diri kembali mengambil alih momentum.

Porro mencetak gol kedua setelah melakukan kombinasi umpan satu-dua yang apik dengan Dani Olmo, sebelum menaklukkan kiper lawan lewat penyelesaian ke tiang dekat.

Dengan lebih dari setengah jam waktu tersisa untuk menyelamatkan keadaan, Prancis kembali gagal membongkar pertahanan Spanyol yang tampil sangat disiplin.

Sepanjang turnamen ini, Spanyol baru kebobolan satu gol.

Spanyol tetap bermain tenang, terorganisasi, dan penuh kualitas hingga peluit akhir.

Pada akhirnya, mereka mampu mengamankan kemenangan hingga laga berakhir.

Bagi Prancis, harapan untuk mencapai final ketiga secara beruntun harus kandas.

Mereka kini akan tampil dalam laga perebutan tempat ketiga pada Sabtu.

Pertandingan itu juga akan menandai berakhirnya sebuah era, dengan pelatih Didier Deschamps akan meninggalkan jabatannya setelah 14 tahun menangani tim nasional Prancis.

Sementara itu, Spanyol akan bertolak ke New Jersey untuk menantikan pemenang semifinal kedua antara Inggris dan Argentina yang digelar Rabu, dalam upaya mereka meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Kylian Mbappe (kiri) terlihat lunglai dan Rodri (kanan), bersorak setelah laga berakhir untuk kemenangan Spanyol 2-0 atas Prancis di semi final. (Foto: Getty Images/David Ramos)

Lini pertahanan Spanyol kembali menjadi pembeda

Pertandingan ini digadang-gadang sebagai duel antara lini serang terbaik di Piala Dunia melawan pertahanan paling tangguh sepanjang turnamen.

Pada akhirnya, pertandingan tersebut jauh dari kata seimbang.

Jika Prancis memukau lewat permainan menyerang mereka sepanjang turnamen, Spanyol cenderung melaju tanpa banyak sorotan.

Gaya bermain mereka yang mengandalkan kontrol dan disiplin mungkin tidak semenarik tim-tim lain untuk disaksikan, tetapi jika masih ada keraguan mengenai kualitas mereka secara keseluruhan, kemenangan ini seharusnya menghapusnya.

Tim yang menjuarai Euro 2024 dikenal lewat permainan sayap yang eksplosif dari Lamine Yamal dan Nico Williams.

Namun, cedera membatasi kontribusi keduanya di turnamen ini.

Secara kolektif, mereka baru menyumbang satu gol, meski pengaruh Lamine Yamal terus berkembang seiring berjalannya kompetisi.

Meski demikian, Spanyol kini berhasil mencapai final Piala Dunia untuk kedua kalinya dan berharap dapat menyamai pencapaian generasi emas mereka pada 2010 yang mengangkat trofi di Afrika Selatan.

Menghadapi Prancis, Rodri tampil dominan di lini tengah.

Gelandang Manchester City itu berulang kali mematahkan serangan lawan sebelum mengalirkan permainan ke depan, mengatur tempo, dan menunjukkan performa yang semakin mendekati level terbaiknya setelah lama menepi akibat cedera ligamen anterior lutut (ACL).

Penampilannya kini terlihat semakin mendekati standar yang mengantarkannya meraih Ballon d’Or pada 2024.

Fabian Ruiz menjadi pasangan ideal bagi Rodri di lini tengah dan membenarkan keputusan pelatih yang memilihnya ketimbang kreator permainan Barcelona, Pedri. Sementara itu, lini pertahanan Spanyol sekali lagi menunjukkan kualitas mereka.

Baca Juga :   DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon

Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kredit bagi empat pemain belakang dan penjaga gawang, melainkan juga seluruh tim serta pelatih Luis de la Fuente.

Buktinya, Prancis baru mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama mereka pada menit ke-81.

Dalam sepak bola turnamen, sering kali dikatakan bahwa kunci sukses adalah mencapai puncak performa pada saat yang tepat.

Setelah berhasil menyingkirkan Prancis, tim yang banyak dijagokan, dengan relatif mudah, Spanyol tampaknya sedang menuju momen terbaik mereka tepat ketika itu paling dibutuhkan.

Kylian Mbappe usai pertandingan berakhir. (Foto: Getty Images/Hugo Rivera/Jam Media)

Prancis kehilangan daya ledak setelah begitu menjanjikan

Pada beberapa fase Piala Dunia ini, muncul kesan bahwa hanya tinggal menghitung hari sebelum Prancis mengangkat trofi juara.

Mereka memiliki lini serang bertabur bintang, dengan Kylian Mbappe yang eksplosif sebagai tumpuan utama, saat melaju mulus hingga babak semifinal.

Di fase gugur, Prancis menyingkirkan Swedia dengan relatif mudah, menunjukkan kematangan permainan saat mengalahkan Paraguay yang tangguh, lalu melaju tanpa banyak kesulitan ketika menundukkan Maroko.

Dukungan dari Michael Olise, Ousmane Dembele, serta Bradley Barcola dan Desire Doue, membuat Prancis memiliki banyak pilihan di lini depan.

Bahkan ketika Mbappe tidak berada dalam performa terbaiknya, mereka tetap tampak mampu menghasilkan momen-momen krusial dari pemain lain.

Namun, hal itu tidak terjadi dalam pertandingan ini.

Terlepas dari penampilan impresif Spanyol, ini merupakan performa luar biasa datar dari tim Prancis yang sebelumnya dikenal karena permainan penuh energi dan kreativitas di turnamen ini.

Kesalahan Lucas Digne yang berujung penalti membuat Les Bleus untuk pertama kalinya tertinggal dalam pertandingan di Piala Dunia kali ini.

Situasi itu semakin memburuk ketika mereka kehilangan William Saliba akibat cedera beberapa menit kemudian.

Namun, tim yang dibangun untuk memaksimalkan potensi para penyerang kreatifnya justru gagal melakukan hal tersebut.

Khususnya pada babak kedua, Spanyol yang tampil sangat terorganisasi mampu memastikan para pemain paling berbahaya milik Prancis hanya menerima bola di area-area yang mudah dikendalikan.

Meskipun sempat terasa bahwa satu gol Prancis dapat mengubah jalannya pertandingan, kemampuan Spanyol mengontrol permainan, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan, membuat sulit melihat dari mana gol tersebut akan datang.

Setelah begitu banyak hiburan dan harapan yang mereka berikan sepanjang turnamen, ini menjadi akhir yang mengecewakan bagi Prancis.

Mereka berharap dapat mengantar Didier Deschamps mengakhiri masa kepelatihannya dengan gemilang melalui gelar Piala Dunia kedua selama kepemimpinannya.

Sebaliknya, Deschamps kini akan menutup perjalanannya bersama tim nasional Prancis dalam suasana yang jauh lebih sederhana, yakni melalui laga perebutan tempat ketiga.

Pertandingan itu setidaknya masih memberi Mbappe kesempatan melanjutkan perburuannya menuju Sepatu Emas, dan mungkin sekaligus mengejar status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Namun, trofi yang menjadi tujuan utama Mbappe dan Prancis kini sudah lepas dari jangkauan.

Untuk kembali memburunya, mereka harus menunggu empat tahun lagi. (*/ut)

*) Sumber: BBC News

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WAMENKO PANGAN Bersama Dankodaeral XIII dan Kapolda Kalsel Cek Langsung Posko Tegal Arum
KEMENHUT Kerahkan 1.000 Polhut Padamkan Karhutla Kalimantan
UNCLE ZAE Kembali Catat Prestasi di 2026, Juarai Turnamen Tenis Mercedes-Benz Club Banjarmasin
MERIAH Lomba Perahu Naga dan Tradisional
INSTRUKSI LANGSUNG PRESIDEN pada H Isam Pimpin dan Mengkoordinasikan Penanganan Karhutla di Kalsel
DITETAPKAN Polri Tiga Tersangka Pembakar Lahan di Kalsel
KASAL : Tak Separah di Medsos Kondisi Karhutla di Kalsel
PAMAN BIRIN Terpilih jadi Ketum PB Lemkari Sekaligus Ketum Dewan Guru 2026-2031

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:57

314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:41

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:11

DANREM !01/Ant Bersama KASAL dan Gubernur Padamkan Karhutla di Guntung Damar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:03

696 HOTSPOT Karhutla Kalsel Muncul pada Minggu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54

KEMENHUT Kerahkan 1.000 Polhut Padamkan Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:40

TANGANI KARHUTLA, Gubernur Kalsel: Haji Isam Bantu 100 Pompa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30

KASUS KARHUTLA: Polri Tetapkan 72 Tersangka di Sembilan Polda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32

UNCLE ZAE Kembali Catat Prestasi di 2026, Juarai Turnamen Tenis Mercedes-Benz Club Banjarmasin

Berita Terbaru

Petugas pemadam kebakaran Dinas Kehutanan Kalteng berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (12/7/2026). (Foto: HO-Antara)

Nasional

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:41

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (kanan) bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dan lainnya saat melaksanakan salat istisqa dan doa bersama di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (23/8/2026). (Foto: HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Kalteng

PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:13

Karhutla melanda wilayah di Kalimantan. (Foto: Istimewa)

Kalsel

696 HOTSPOT Karhutla Kalsel Muncul pada Minggu

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca