SuarIndonesia – Andres Iniesta melakukannya 16 tahun lalu, kini giliran Ferran Torres. Lagi-lagi pemain Barcelona jadi pahlawan Spanyol dan tangis Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026.
Spanyol menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Tampil dominan sedari menit awal, Spanyol kesulitan membongkar pertahanan Argentina. Padahal Spanyol punya lebih dari 10 peluang sepanjang laga. Bahkan Argentina bermain dengan 10 orang di sisa lima menit babak kedua.

Lionel Messi
Setelah tanpa gol selama 110 menit, kebuntuan akhirnya pecah ketika Torres berada di momen yang tepat menyambut umpan sundulan Nico Williams. Sepakan kaki kiri first time menjebol jala Emiliano Martinez.
Spanyol menang 1-0 dan jadi juara dunia kedua kalinya setelah menunggu 16 tahun lamanya. Uniknya adalah jalannya final kali ini tak berbeda jauh dengan di Johanessburg 11 Juli 2010.
Spanyol juga tampil dominan atas Belanda, yang akhirnya kehilangan John Heitinga di babak perpanjangan waktu karena kartu merah. Andres Iniesta mencetak gol kemenangan di menit ke-116 atau babak kedua extra time.
Seperti halnya Iniesta, Ferran berstatus sebagai pemain Barcelona di Piala Dunia 2026 ini. Hebatnya jumlah pemain Los Cules di skuad Spanyol sekarang dan 2010 juga sama, yakni 8!
Ferran jadi pemain pengganti kedua yang bikin gol kemenangan di final Piala Dunia, setelah Mario Goetze bersama Jerman di 2014. Lawannya pun sama, Argentina.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Jujur saya tidak percaya dengan ini, saya ingin menikmatinya saja,” ujar Ferran kepada DAZN.
Sementara Lionel Messi menangis usai Argentina dikalahkan Spanyol.
Lionel Messi tampil selama 120 menit saat Argentina ditekuk Spanyol 0-1. Gol Spanyol ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2026 dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106 atau pada babak kedua perpanjangan waktu.
Messi tak mampu ciptakan peluang dalam. Lionel Messi tampil sejak awal laga dan berada di lini depan bersama pemain Manchester City, Julian Alvarez.
Dilansir dari Fotmob, statistik pemain berjuluk La Pulga ini bahkan tidak terlalu istimewa dengan hanya mengemas 77 persen umpan akurat dan mengemas 54 sentuhan.
Messi hanya unggul dalam dribble ketika tiga usahanya berujung sukses, selain juga mengirim tujuh umpan ke sepertiga akhir lawan.
Namun, usaha pilar Inter Miami ini tak menemui hasil, mengingat lini depan Argentina justru jarang membuat peluang ke gawang Spanyol.
Tim asuhan Lionel Scaloni sendiri hanya mengemas total dua tendangan dan tidak ada satu pun yang mengarah ke gawang Spanyol.
Catatan tersebut cukup jomplang jika dibandingkan dengan Spanyol yang mengemas 20 tembakan sepanjang pertandingan dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang Argentina.
Bahkan, serangan pemain-pemain La Roja juga membuat kiper Argentina, Emiliano Martinez berjibaku untuk mengamankan gawangnya.
Selepas peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan oleh wasit Slavko Vincic, Messi terlihat langsung menjatuhkan diri di lapangan dan menutup wajahnya dengan tangan.
Messi pun langsung dikerubuti oleh kawan dan lawan yang langsung coba ditenangkan oleh rekannya di timnas Argentina dan pemain-pemain timnas Spanyol.
Selepas menerima medali runner-up, air mata Messi pun tak terbendung dan pecah ketika Spanyol diberikan trofi t.
Tangisan Messi ini beralasan karena Piala Dunia 2026 bisa jadi yang terakhir selama kariernya sebagai pemain sepak bola. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















