PEMPROV Kalsel-Mabes TNI Bahas Penguatan Ketahanan Pangan

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalsel Muhamad Muslim (kiri) dan Ketua Tim Puldata dari Mabes TNI Mayor Jenderal TNI Supriyono saat Rapat Koordinasi Puldata Kajian Khusus tentang Kontribusi TNI untuk Mewujudkan Swasembada Pangan di Banjarbaru, Rabu (16/7/2025). (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalsel Muhamad Muslim (kiri) dan Ketua Tim Puldata dari Mabes TNI Mayor Jenderal TNI Supriyono saat Rapat Koordinasi Puldata Kajian Khusus tentang Kontribusi TNI untuk Mewujudkan Swasembada Pangan di Banjarbaru, Rabu (16/7/2025). (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) membahas program penguatan ketahanan pangan dan pertahanan negara.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kalsel Muhamad Muslim  di Banjarmasin, Rabu (16/7/2025), mengatakan Kalsel memiliki peran vital untuk mencetak lumbung pangan nasional.

“Kehadiran langsung tim Mabes TNI sangat strategis, karena kolaborasi ini bukan hanya soal pangan, tapi juga terkait penurunan angka stunting yang masih tinggi di Kalsel masih mencapai 22,9 persen, di atas rata-rata nasional,” tutur Muslim dilansir dari ANTARANews.

Diketahui, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel menggelar Rapat Koordinasi dengan Puldata Kajian Khusus tentang Kontribusi TNI untuk Mewujudkan Swasembada Pangan.

Muslim menyatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis mendukung program prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan pertahanan negara.

Sementara itu, Ketua Tim Puldata dari Mabes TNI Mayor Jenderal TNI Supriyono menyoroti penting kolaborasi lintas sektor termasuk keterlibatan TNI pada program cetak sawah dan optimalisasi lahan maupun strategi pertahanan negara di Provinsi Kalsel.

“Kalimantan Selatan punya potensi luar biasa. Jika kita sinergi, provinsi ini bisa menjadi pelopor kedaulatan pangan Indonesia,” kata Mayjen TNI Supriyono.

Menurut Supriyono, pertemuan ini untuk mengumpulkan data dan bagian dari penyusunan rekomendasi strategis untuk Panglima TNI,yang akan menentukan arah kebijakan penguatan pertahanan negara melalui sektor pangan.

Ia menekankan penting membangun sistem pangan nasional yang berkelanjutan dengan pendekatan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat.

Baca Juga :   FRAKSI-FRAKSI DPRD Kalsel Beri "PR" ke Pemprov

“Pangan adalah urusan lintas sektor dan dimensi. Mari kita lanjutkan pengabdian ini dengan keteguhan dan keberanian, agar bangsa ini mandiri, sejahtera, dan berdaulat,” ungkap Supriyono.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan pemerintah pusat menargetkan pencetakan sawah seluas 30.000 hektare dan program optimalisasi lahan yang juga dikerjakan TNI.

“Cetak sawah ini sebagian besar dikerjakan oleh jajaran TNI, dan progres sangat baik. Kabupaten Banjar misalnya, sudah mencapai 62 persen, sementara Barito Kuala sekitar 20 persen,” ujar Syamsir.

Ia menekankan penambahan lahan ini, maka Kalsel bisa meningkatkan surplus produksi padi yang saat ini sudah mencapai 1 juta ton dengan penghitungan 30 ribu hektare dikali 4 ton per hektare.

Namun, Syamsir juga menyoroti tantangan koordinasi lintas lembaga, terutama soal data luas baku sawah dan produksi yang berbeda versi antara pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Selisih data dengan BPS mencapai 52 ribu ton. Ini tantangan serius karena berdampak pada kebijakan dan alokasi,” ucapnya.

Kendati begitu, Syamsir menegaskan Pemprov Kalsel berkomitmen mendukung kolaborasi lintas sektor demi kepentingan rakyat, terlebih Kalsel akan menjadi penyuplai utama pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Provinsi Kalimantan Timur dengan menyiapkan klaster padi dari Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, dan Tapin, sementara sayur-sayuran dari daerah Hulu Sungai. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PELANTIKAN BESAR-BESARAN, Tercatat 167 Pejabat Struktural Pemprov Kalsel
PERKARA OTT KPK Tiga Eks Pejabat Kejari HSU Berkasnya Teregistrasi Segerisidangkan di PN Tipikor Banjarmasin
SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi
DILANTIK EMPAT PEJABAT Termasuk Aspidsus dan Kajari, Begini Pesan Kajati Kalsel
PEMERIKSAAN SAKSI Pihak Tergugat Perkara Transaksi Tanah dan Perjanjian Pembayaran Ratusan Juta
KAYU LOG ILEGAL Disita di Kawasan Hutan Produksi Tanah Bumbu
TIM GEMOLOGI Australia-Prancis Teliti Berlian dan Warisan Geologi Meratus
TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01

SATGAS HAJI Cegah Keberangkatan 80 WNI Terindikasi Haji Ilegal

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:26

KEMENKES Perbaiki Tata Kelola Program Dokter Magang

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:42

KAPOLRI: Rekomendasi KPRP Ditindaklanjuti Lewat Revisi Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca