TIM GEMOLOGI Australia-Prancis Teliti Berlian dan Warisan Geologi Meratus

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gemologi asal Australia dan Prancis saat meneliti warisan geologi batu kulit ular bagian dari situs Geopark Meratus di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: BP Geopark Meratus)

Tim gemologi asal Australia dan Prancis saat meneliti warisan geologi batu kulit ular bagian dari situs Geopark Meratus di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: BP Geopark Meratus)

SuarIndonesia — Tim gemologi asal Australia dan Prancis meneliti potensi berlian serta warisan geologi kawasan Geopark Meratus, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui kunjungan ke sejumlah geosite unggulan, termasuk Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, guna memperkuat riset dan promosi geowisata kelas dunia.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Tahura Sultan Adam Ainun Jariah saat dikonfirmasi di Banjar, Kamis (7/5/2026), mengatakan peneliti meninjau langsung batu serpentinit atau batu kulit ular yang menjadi salah satu geosite penting Meratus dan berkaitan dengan proses pembentukan berlian Kalsel.

“Batu serpentinit sisik ular memiliki nilai ilmiah tinggi karena menjadi bukti sejarah terbentuknya Kalimantan dari dasar samudera purba yang membawa berbagai mineral bernilai ekonomi, seperti berlian dan batu ametis,” ujar Ainun.

Kunjungan diawali di kawasan Mandiangin melalui pemaparan mengenai kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta pengelolaan kawasan berbasis konservasi di Tahura Sultan Adam, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video profil di Geo Theater.

Rombongan peneliti turut meninjau area konservasi anggrek dan lokasi habituasi satwa sebagai bagian pengenalan upaya pelestarian flora dan fauna endemik Kalimantan, yang dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung fungsi edukasi wisata alam.

Perjalanan dilanjutkan menuju situs geologi Batu Serpentinit Sisik Ular yang memiliki tekstur unik dan nilai akademik penting dalam kajian geologi dunia, kemudian ditutup dengan kunjungan ke kawasan Pesanggrahan Belanda di Pegunungan Meratus.

Wakil Ketua Badan Pengurus (BP) Geopark Meratus Ali Mustafa mengatakan kunjungan gemolog asal Australia dan Prancis tersebut juga bertujuan meneliti jenis, karakteristik, serta pewarnaan berlian yang dihasilkan pertambangan tradisional di Kalsel.

Menurut dia, penelitian turut mencakup identifikasi sistem pertambangan tradisional intan di lokasi Pumpung, Gabin, dan Karang Intan, guna memperkuat dokumentasi ilmiah terhadap praktik pertambangan rakyat yang berlangsung turun-temurun.

“Kunjungan tersebut menjadi bagian promosi internasional untuk mengangkat keunikan berlian Kalimantan sebagai salah satu warisan geologi terbaik dunia, sekaligus memperkuat posisi Geopark Meratus sebagai destinasi geowisata dan pusat penelitian geologi berkelas dunia,” ujar Mustafa.

Baca Juga :   HANIF FAISOL Digeser sebagai Wamenko Pangan
Perwakilan BP Geopark Meratus menggelar pertemuan dengan Jaringan Geopark Indonesia dan mitra lain untuk menjalin kerja sama memperkuat keselamatan kawasan, di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: BP Geopark Meratus)

Gandeng Geopark Indonesia

Sementara itu, dilansir dari AntaraKalsel, Badan Pengelola (BP) Geopark Meratus, Kalimantan Selatan menggandeng Jaringan Geopark Indonesia dan Asuransi Bumi Putera untuk memperkuat aspek keselamatan kawasan dalam pengelolaan kawasan yang berkelanjutan serta aman bagi masyarakat dan wisatawan.

Wakil Ketua Harian BP Geopark Meratus Ali Mustopa di Banjarmasin, Kamis (7/5/2026), mengatakan penguatan sistem keselamatan menjadi bagian penting dalam tata kelola kawasan geopark seiring berkembangnya Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark sebagai destinasi wisata alam, edukasi, penelitian, dan konservasi di Kalimantan Selatan.

Ia mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap pengunjung, masyarakat lokal, serta aktivitas wisata di kawasan geopark, termasuk melalui dukungan sektor asuransi yang dinilai dapat memperkuat mitigasi risiko dan kesadaran keselamatan.

“Kerja sama ini menjadi langkah awal membangun sinergi untuk mendukung pengelolaan kawasan geopark yang aman dan berkelanjutan,” kata Mustopa.

Biologist BP Geopark Meratus Ramadhan Jayusman mengatakan kawasan Geopark Meratus memiliki kekayaan biodiversitas dan bentang alam yang memerlukan pengelolaan berbasis mitigasi risiko, agar pengembangan kawasan tetap menjaga aspek perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Menurut dia, edukasi keselamatan dan mitigasi kebencanaan perlu menjadi perhatian bersama guna mendukung pengembangan geopark secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko di kawasan wisata alam.

Pihak Jaringan Geopark Indonesia menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi pengelola geopark dengan sektor asuransi dapat menjadi model penguatan tata kelola geopark di Indonesia. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBERANGKATAN Jemaah Haji Kloter 11 asal HSU, Begini Pesan H Supian HK saat Pelepasan
PELANTIKAN BESAR-BESARAN, Tercatat 167 Pejabat Struktural Pemprov Kalsel
PERKARA OTT KPK Tiga Eks Pejabat Kejari HSU Berkasnya Teregistrasi Segerisidangkan di PN Tipikor Banjarmasin
SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi
DILANTIK EMPAT PEJABAT Termasuk Aspidsus dan Kajari, Begini Pesan Kajati Kalsel
PEMERIKSAAN SAKSI Pihak Tergugat Perkara Transaksi Tanah dan Perjanjian Pembayaran Ratusan Juta
KAYU LOG ILEGAL Disita di Kawasan Hutan Produksi Tanah Bumbu
TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45

BGN Ajak Para Pihak Samakan Langkah Laksanakan Program MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:26

KEMENKES Perbaiki Tata Kelola Program Dokter Magang

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:42

KAPOLRI: Rekomendasi KPRP Ditindaklanjuti Lewat Revisi Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca