PAWAI Lampion Imlek 2577: Dihadiri Ribuan Warga Singkawang

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 22:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil hias yang mengikuti pwai lampion cap go meh di Singkawang. (Antara/Rendra Oxtora)

Mobil hias yang mengikuti pwai lampion cap go meh di Singkawang. (Antara/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Ribuan warga Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) memadati sejumlah ruas jalan utama menyaksikan Pawai Lampion Imlek 2577 Kongzili yang diikuti ratusan mobil berhias lampion yang diiringi atraksi naga, barongsai, tarian kelabang, hingga marching band.

“Festival lampion ini bukan sekadar arak-arakan dan hiasan penerang kota, tetapi simbol harapan baru, semangat dan doa kami warga Tionghoa agar menjadi lebih baik di tahun baru ini,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dan tamu VVIP melalui prosesi pemukulan Loku di panggung utama depan Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (2/3/2026).

Iring-iringan pawai melintasi Jalan Firdaus, Jalan Diponegoro, Jalan Niaga (depan Rusen), Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, Jalan Niaga (Patung Naga), Jalan Stasiun, dan berakhir di Happy Building. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias mengabadikan momen kemegahan lampion yang menghiasi kendaraan peserta.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan lampion bagi masyarakat Tionghoa bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa, harapan, dan semangat untuk meraih kebaikan di tahun baru.

Ia berharap pawai lampion tidak hanya menjadi perayaan seremonial, melainkan dimaknai sebagai awal optimistis baru bagi masyarakat Singkawang dalam membangun kota yang lebih maju dan harmonis.

Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Menurutnya, momentum tersebut mencerminkan harmoni keberagaman yang telah lama terjalin di Kota Singkawang.

“Imlek mengajarkan harapan baru dan Ramadhan mengajarkan kesabaran, ketulusan, serta kepedulian. Semoga dua momentum ini berpadu menjadi cahaya kekuatan bagi Singkawang yang semakin kuat bersatu dalam keberagaman dan menjunjung tinggi toleransi,” katanya.

Selain mempererat persaudaraan antar-umat beragama, kemeriahan Imlek dan kekhidmatan Ramadan juga dinilai berdampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Festival Imlek dan Cap Go Meh yang digelar bersamaan dengan Ramadhan Fair disebut dipadati pengunjung sejak hari pertama pelaksanaan.

Baca Juga :   DUA Perusahaan di Kalimantan Didenda Langgar Aturan TKA

“Kita lihat sejak dibuka, Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramadan Fair benar-benar dipadati pengunjung. Tentu ini meningkatkan ekonomi dan pariwisata kita, khususnya bagi pelaku UMKM,” kata Tjhai Chui Mie.

Pawai lampion tersebut menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang yang setiap tahunnya menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mempertegas identitas kota tersebut sebagai salah satu pusat perayaan budaya Tionghoa terbesar di Indonesia.

Ratusan Tatung Singkawang lakukan ritual cuci jalan

Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, ratusan tatung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melaksanakan ritual cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin (2/3/2026), atau sehari menjelang puncak perayaan Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili.

Salah satu atraksi tatung Singkawang saat ritual cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin (2/3/206). (Antara/Narwati)

Ritual cuci jalan merupakan tradisi sakral yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Prosesi ini diyakini sebagai simbol pembersihan dan penetralan jalan yang akan dilalui para tatung pada pawai puncak Cap Go Meh.

Pantauan di lokasi, ratusan tatung dengan berbagai atribut dan properti ritual melakukan atraksi di sekitar vihara yang berada di pusat kota tersebut. Aksi mereka menyedot perhatian ribuan warga, baik masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.

Salah seorang pengunjung asal Bandung, Anton, mengaku terpukau menyaksikan langsung ritual tersebut.

“Ini pertama kali saya ke Singkawang. Biasanya hanya melihat dari berita di internet atau televisi. Ternyata suasananya jauh lebih meriah dan terasa sakral,” katanya.

Anton datang bersama sejumlah rekannya dan menginap di salah satu hotel di Singkawang untuk mengikuti seluruh rangkaian perayaan Cap Go Meh.

“Benar-benar keren dan luar biasa,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
AJANG LOMBA Madihin dan Hadrah Digelar Polda Kalsel, Salurkan Bakat Seni Personel dan Masyarakat Umum
MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu
KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca