BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengelola Geopark (BPG) Meratus gandeng BRL Jerman manfaatkan lahan bekas tambang. (Foto: Kominfo Kalsel)

Badan Pengelola Geopark (BPG) Meratus gandeng BRL Jerman manfaatkan lahan bekas tambang. (Foto: Kominfo Kalsel)

SuarIndonesia — Badan Pengelola Geopark (BPG) Meratus Kalimantan Selatan menjalin kerja sama dengan pihak terkait, salah satunya dengan Badan Restorasi Lingkungan Jerman (BRL), untuk memanfaatkan kembali lahan bekas tambang untuk kegiatan ekonomi.

Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik mengatakan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah kerja sama dengan Badan Restorasi Lingkungan Jerman melalui dukungan hibah internasional yang dikoordinasikan bersama Bappenas dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dari ITB, IPB, dan Unpad untuk merancang rehabilitasi lahan bekas tambang agar bisa dimanfaatkan kembali,” kata Theodorik, di Banjarbaru, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan lahan bekas tambang untuk peternakan dengan menanam rumput gajah sebagai pakan ternak.

“Lahan bekas tambang bisa direhabilitasi dan dimanfaatkan untuk peternakan sapi atau kambing. Ini melibatkan masyarakat sekitar dan membuka peluang ekonomi baru,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa tantangan utama dalam pengelolaan kawasan adalah kondisi geografis yang sebagian berada di wilayah pertambangan.

Badan Pengelola Geopark Meratus terus mendorong pengembangan kawasan berbasis prinsip berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

“Sebagian kawasan Geopark Meratus merupakan area tambang batu bara, intan, hingga emas. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kita kelola secara berkelanjutan,” ujar Theodorik dilansir dari Antara.

Menurut dia, pendekatan Geopark harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif seperti pertambangan.

Baca Juga :   TAHURA SA Ditutup Sementara untuk Percepat Penanganan Karhutla

“Kita ingin Geopark ini menjadi alternatif ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, penguatan sektor kuliner melalui program Geofood juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin kuliner khas seperti ketupat Kandangan, soto Banjar, dan cabe hiyung bisa dikenal hingga mancanegara. Jika permintaan meningkat, maka pelaku UMKM juga akan ikut berkembang,” ujarnya.

Di sisi kelembagaan, Badan Pengelola Geopark Meratus juga tengah melakukan penguatan tata kelola organisasi agar lebih mandiri dan profesional.

“Kita sedang menyesuaikan struktur organisasi, termasuk membentuk divisi keuangan agar bisa mengelola hibah dan bantuan secara lebih optimal,” jelasnya.

Ia berharap, dengan berbagai langkah tersebut, Geopark Meratus dapat menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Geopark ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca