SuarIndonesia — Provinsi Kalimantan Selatan adalah provinsi pertama yang melakukan penilaian indeks keamanan informasi (Indeks KAMI) versi 5.0 secara serentak dengan seluruh kabupaten/kota.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, dan semoga Provinsi Kalsel dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Muhamad Muslim melalui Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, di Banjarmasin, Senin (30/6/2025).
Dia mengatakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia memulai proses penilaian Indeks Keamanan Informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Saat ini pihaknya telah melakukan pengisian sejumlah indikator yang menjadi bagian dari asesmen Indeks KAMI tersebut.
“Rencananya pada 7 Juli mendatang, kami akan menindaklanjuti kekurangan dokumen yang diperlukan untuk keperluan asesmen Indeks KAMI ini,” tutur Sucilianita dilansir dari AntaraNewsKalsel.
Ia menambahkan, penilaian tahap awal dimulai dari Diskominfo Provinsi Kalsel. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan secara serentak ke Diskominfo di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Saat ini kami masih menunggu hasil penilaian untuk Diskominfo Provinsi Kalsel. Setelah itu, baru akan dilakukan kick-off meeting dengan 13 kabupaten/kota secara serentak,” jelasnya.
Ia menargetkan hasil penilaian Indeks KAMI Provinsi Kalsel pada 2025 dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang sudah masuk kategori Baik, dengan harapan bisa mencapai 70 persen di atas target nasional.
“Kami berharap tahun ini nilainya meningkat, apalagi pada 2025 ada perubahan dibanding 2024. Tahun ini sudah menggunakan Indeks KAMI versi 5.0 yang memiliki indikator tambahan terkait perlindungan data pribadi,” ungkapnya menambahkan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















