GIM DARING bukan Pemicu Utama Radikalisasi

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Angel Damayanti. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Prof Angel Damayanti. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

SuarIndonesia — Guru Besar Ilmu Keamanan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (FISIPOL UKI) Angel Damayanti menilai gim daring pada dasarnya bukan pemicu utama radikalisasi, tetapi kerentanan fitur di dalamnya yang kerap disalahgunakan.

“Game online bukanlah penyebab langsung terjadinya radikalisme karena kebanyakan pemain tidak memiliki hubungan dengan ekstremisme. Risiko muncul ketika media ini dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, menormalisasi kekerasan, membangun loyalitas eksklusif, dan merekrut individu yang rentan seperti remaja dan anak muda,” kata Angel di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Menurut Peneliti Senior pada Center for Security and Foreign Affairs (CESFAS) UKI itu, kerentanan tersebut dipicu oleh interaksi sosial berulang yang membangun ikatan emosional, identitas anonim serta keleluasaan pemain dalam merancang skenario atau simbol permainan.

Pemanfaatan gim daring oleh kelompok radikal sebenarnya telah terdeteksi sejak dekade 1980-an hingga akhirnya berkembang pesat pada era digital saat ini.

Rektor UKI periode 2026-2030 itu mengungkapkan pada 2014, ISIS mulai menggunakan permainan daring seperti Call of Duty untuk mendapatkan perhatian masyarakat luas dan memulai propagandanya.

Risiko gim daring menjadi semakin besar ketika sejak 2020 permainan dapat dikustomisasi.

“Oktober 2025, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengonfirmasi adanya pola rekrutmen di mana anak-anak muda diarahkan dari platform gim menuju grup pesan tertutup seperti WhatsApp atau Telegram untuk komunikasi yang lebih intensif,” ungkapnya.

Ia mengatakan secara khusus, jenis gim yang terbuka dan bisa diakses secara bebas oleh berbagai tingkatan usia, mengagungkan simulasi militer atau peperangan serta memungkinkan pembuatan konten sendiri menjadi sarana yang paling rentan disusupi.

Menghadapi ancaman tersebut, kontranarasi dan perlindungan di tingkat keluarga menjadi fondasi utama. Orang tua dituntut aktif mengenali gim yang dimainkan anak, membuat aturan penggunaan perangkat digital, mengaktifkan fitur keselamatan serta membangun komunikasi terbuka tanpa menghakimi.

Angel juga menekankan urgensi peran keluarga dengan menyatakan bahwa penting bagi orang tua untuk memperhatikan perubahan mendadak seperti anak mulai mengisolasi diri, munculnya kebencian intens terhadap kelompok tertentu atau keterlibatan dalam komunitas yang memuja kekerasan.

Baca Juga :   PELAKSANAAN MBG Prasmanan harus Persetujuan Pihak Sekolah

Di tingkat kebijakan publik, penanganan radikalisasi digital memerlukan sinergi menyeluruh antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Pendekatan yang diambil tidak lagi sekadar berfokus pada pemblokiran konten, melainkan pada tata kelola keamanan digital yang berbasis risiko.

Ia menjelaskan gim daring tidak dapat dipandang sebagai ancaman secara serta merta. Gim daring adalah ruang sosial dan teknologi yang memiliki manfaat, tetapi fitur-fiturnya dapat disalahgunakan oleh kelompok ekstremis.

Ia menggarisbawahi perlunya aksi nyata dari pemerintah bersama BNPT, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Di samping itu, pendekatan Indonesia harus bergerak dari sekadar pemblokiran konten menuju tata kelola keamanan digital yang berbasis risiko. Tata kelola tersebut harus berlandaskan prinsip whole of government dan whole of society,” ungkap Angel.

Ia mengusulkan agar langkah konkret penilaian risiko fitur komunikasi oleh Kemkomdigi, pembentukan mekanisme koordinasi penanganan ancaman antara BNPT, Kemkomdigi, dan Polri serta pengembangan deteksi dini berbasis teknologi dan analisis manusia.

Selain itu, edukasi mengenai literasi gim perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran bersama Kemendikdasmen untuk memperkuat ketahanan digital anak.

Penyusunan basis data risiko yang terukur oleh BNPT bersama perguruan tinggi serta penjalinan kerja sama internasional dengan penyedia gim global juga menjadi krusial.

“Melalui kombinasi pencegahan di tingkat keluarga, literasi digital, dan regulasi yang kolaboratif, ekosistem gim daring di Indonesia dapat tetap aman serta terbebas dari bahaya intoleransi dan terorisme,” ujar Angel dilansir darim Antara. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan
98 KASUS KARHUTLA Korporasi Naik ke Penyidikan
INOVASI Teknologi “Iceberg” Disiapkan Tangani Karhutla di Kalimantan
PRESIDEN Prabowo Minta Penanganan Karhutla tak Tunggu Hujan
CEGAH DAMPAK ASAP, Menkes: Kelompok Rentan Perlu Batasi Kegiatan di Luar
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0
KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan
WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:16

INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Berita Terbaru

Budaya

BERTRANSFORMASI Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 21:55

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Antara/Shofi Ayudiana)

Nasional

10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca