Suarindonesia – Situasi mendadak mencekam ketika warga di kawasan Sutoyo S, Gang Swadaya RT 08 dan Gang 19 Setia Bersama RT 11 Banjarmasin Barat, mendengar teriakan kebakaran, Jumat (16/10/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap dan menghanguskan sejumlah rumah.
Kobaran api diperkirakan muncul sekitar pukul 02.15 Wita. Dugaan awal, sumber api berasal dari sebuah rumah kosong di Gang Swadaya.
Api kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya hingga mencapai permukiman di Gang 19 Setia Bersama, tepat di seberang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin.
Warga bergegas keluar rumah untuk menghindari kobaran api, sementara sebagian lainnya berusaha menyelamatkan harta benanya.
Cepatnya perambatan api diduga dipengaruhi material bangunan yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu.
Kobaran bahkan dilaporkan melintasi jalan di kawasan Gang 19 Setia Bersama dan mengancam rumah-rumah lain di sekitarnya.
Sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan relawan dari berbagai wilayah Kota Banjarmasin segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kendati demikian, kondisi gang yang sempit menjadi kendala tersendiri bagi petugas dalam mendekatkan armada pemadam ke titik api.
Pemadaman pun turut mengandalkan mesin portabel. Setelah upaya pemadaman berlangsung lebih dari satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Data sementara mencatat lima rumah terdampak berada di RT 08 Gang Swadaya, sedangkan tujuh lainnya di RT 11 Gang 19 Setia Bersama.
Delapan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan ringan.
Rincian akhir tingkat kerusakan masih perlu dipastikan karena jumlah berdasarkan kategori kerusakan dalam data awal belum sesuai dengan total rumah terdampak.
Hasbullah, 57, salah seorang warga yang kehilangan rumahnya, mengaku awalnya sedang beristirahat bersama keluarga.
Ia baru terbangun setelah mendengar teriakan warga yang memperingatkan adanya kebakaran.
Saat menyadari api sudah membesar di bagian belakang rumahnya, situasi membuat dirinya dan keluarga segera menyelamatkan diri.
“Saat itu saya sedang tidur bersama keluarga. Kemudian terbangun karena ada teriakan kebakaran, ternyata apinya sudah besar dari belakang rumah,” tuturnya.
Kesaksian serupa disampaikan H Emboh (73). Ia mengaku masih terjaga sambil menggunakan telepon seluler ketika mendengar warga berteriak memberitahukan kebakaran.
Begitu mengetahui api telah membesar dari arah gang sebelah, ia langsung membangunkan anak dan istrinya.
Dalam keadaan terburu-buru, hanya sepeda motor yang berhasil diselamatkan dari rumahnya.
“Saya mengetahui ada kebakaran saat ada teriakan api, saat keluar api sudah membesar dan dari gang sebelah.
Kemudian saya bangunkan anak dan istri, hanya sepeda motor saja yang sempat kami selamatkan. Apinya juga menyeberang jalan,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah kecamatan mulai mengupayakan bantuan bagi warga yang terdampak.
Camat Banjarmasin Barat, Amrullah, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk mengupayakan pendirian dapur umum.
Selain pemenuhan kebutuhan makanan, pihak kecamatan juga berencana melibatkan tenaga medis dari puskesmas di wilayah Banjarmasin Barat.
Pemeriksaan kesehatan tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi warga tetap terjaga setelah mengalami musibah.
Upaya penanganan dan bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang akibat kebakaran tersebut. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















