KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam kunjunganya, AHY berorasi politik dihadapan mahasiswa mengenai pengembangan teknologi dan inovasi untuk mengelolah sumber daya alam yang berada di Kalimantan. (Foto: Antara/Angga Palguna)

Dalam kunjunganya, AHY berorasi politik dihadapan mahasiswa mengenai pengembangan teknologi dan inovasi untuk mengelolah sumber daya alam yang berada di Kalimantan. (Foto: Antara/Angga Palguna)

SuarIndonesia — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero terus mematangkan kajian teknis serta perhitungan investasi pengembangan moda transportasi kereta api khusus logistik di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kementerian Perhubungan dan KAI terus merencanakan ini, mematangkan segala perhitungan karena pengembangan kereta ini membutuhkan perhitungan yang benar-benar detail,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Balikpapan, dikutip Antara, Kamis (8/10/2026).

Menko AHY menyampaikan hal itu usai memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Ia menjelaskan perencanaan yang matang sangat krusial mengingat proyek jalur kereta api berkaitan langsung dengan penataan ruang, kapasitas fiskal daerah dan pusat, hingga kepastian investasi yang berkelanjutan.

Rencana pembangunan rel kereta api logistik di Kaltim memiliki rekam jejak panjang. Pada masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak periode 2008–2018, Pemprov Kaltim sempat bekerja sama dengan BUMN perkeretaapian Rusia, JSC Russian Railways, melalui anak usahanya PT Kereta Api Borneo.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Kaltim mengirimkan puluhan mahasiswa ke St. Petersburg State Transport University di Rusia untuk mempelajari ilmu perkeretaapian sebagai calon sumber daya manusia (SDM) pengelola.

Proyek jalur kereta api logistik batu bara dan sawit itu juga sempat diresmikan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, pada 19 November 2015.

Baca Juga :   KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Namun, pada Maret 2022, PT Kereta Api Borneo resmi mengundurkan diri dan membatalkan rencana investasi pengangkutan komoditas tersebut akibat kendala efisiensi bisnis dan kondisi ekonomi global.

Kini, pemerintah pusat kembali mengkaji ulang skema perkeretaapian di Kaltim guna mendukung efisiensi distribusi sumber daya alam serta konektivitas kawasan pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut AHY, moda transportasi kereta api di berbagai negara telah menjadi tulang punggung konektivitas, terutama dalam menopang arus distribusi barang dan angkutan logistik skala besar.

Kaltim memiliki potensi komoditas melimpah seperti batu bara hingga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang membutuhkan moda transportasi tangguh untuk menjangkau berbagai kawasan industri dan pelabuhan.

Peningkatan kapasitas moda transportasi logistik tersebut diarahkan untuk menghubungkan rantai pasok ke pasar domestik maupun kebutuhan ekspor ke pasar global. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih
WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS
ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya
DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen
23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:08

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:24

KASUS KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Direktur Sungai Danau Jaya dan Binuang Mitra Bersama Prima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:31

WANTIMPRES Bentuk Rencana Enam Bidang Kerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:21

PRESIDEN Prabowo: “Saya Lihat Masa Depan Indonesia Cerah”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:36

FEBRIE ADRIANSYAH Didakwa Peras Saksi Jiwasraya Rp55 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16

BIAYA HAJI 2027 Ditetapkan Sebesar Rp98,4 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54

MK: Gugatan Ijazah Gibran tidak dapat Diterima

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Headline

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Jumat, 9 Okt 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca