BNPB: Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ria Norsan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. (Foto: HO-Prokopim Kalbar)

Gubernur Ria Norsan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. (Foto: HO-Prokopim Kalbar)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 48 ribu hektare per September 2026.

“Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Berton menjelaskan angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data dari sistem pantauan satelit (SiPongi) per 31 Juli 2028 yang dipadukan dengan hasil pengukuran tim BNPB secara langsung di lapangan.

Sebagai upaya mitigasi, pemerintah telah mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 14.759 personel satuan tugas (Satgas) darat.

Kekuatan tersebut juga didukung oleh pengerahan Satgas udara yang mengoperasikan lima unit helikopter patroli/teknologi modifikasi cuaca (OMC) dan sembilan helikopter pemadam (water bombing).

“Ada pun jumlah titik api yang ditemukan (pada 14 September 2026) sebanyak 19 titik dengan estimasi terbakar kemarin adalah 261 hektare lebih dan yang dapat dipadamkan sebesar 180 hektare lebih, dengan rincian dipadamkan oleh Satgas Darat sebesar 175 hektare lebih, dipadamkan oleh Water Bombing atau Satgas Udara adalah 5 hektare lebih. Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026,” ujarnya.

Berton turut mengonfirmasi bahwa bantuan unit helikopter dari pemerintah Jepang sebenarnya telah tiba di Kalimantan Barat untuk membantu proses pemadaman.

“Namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah, dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang,” ucapnya melanjutkan.

Pekatnya kabut asap tersebut telah menyebabkan kualitas udara di berbagai wilayah seperti Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, hingga Ketapang berada pada kategori berbahaya, dengan jarak pandang anjlok hingga di bawah 1 kilometer.

“Kondisi cuaca beberapa hari ini ada beberapa terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau.” kata Berton SP Panjaitan.

Baca Juga :   SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Masifkan penanganan karhutla di luar enam provinsi prioritas

Sementara itu, dilansir dari Antara, BNPB terus memasifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kawasan selain enam provinsi prioritas seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa (15/9/2026), menjelaskan langkah antisipatif tersebut diambil guna meredam dampak bencana yang lebih luas, terutama terkait dengan prediksi sebaran polusi udara pekat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita lihat bahwa ada penebalan titik-titik asap di beberapa titik, sehingga ini kami imbau untuk menjadi waspada ataupun bijaksana dalam mengantisipasi adanya polutan yang tersebar di udara,” katanya.

Berton menjelaskan, operasi penanganan karhutla saat ini turut menyasar sejumlah kawasan seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Gunung Butak di Jawa Timur. Operasi di wilayah tersebut didukung oleh pengerahan satu unit helikopter pengebom air (water bombing).

Upaya pemadaman serupa juga dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di berbagai titik, mulai dari Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Lampung, hingga Sulawesi Tenggara.

Demi memaksimalkan seluruh operasi lintas wilayah tersebut, Kepala BNPB telah memberikan arahan tegas terkait percepatan dukungan logistik dan penataan manajemen data lapangan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca