PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto mengungkap kecurigaannya terhadap sejumlah perusahaan asing yang menerima konsesi dan mengantongi izin usaha di Indonesia terindikasi ikut menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.

Di hadapan sejumlah pemimpin daerah dan pejabat negara, Prabowo menyebut ada perusahaan-perusahaan yang ditemukan telah melanggar aturan hingga 19 kali.

“Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya),” kata Presiden saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Walaupun demikian, Presiden belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga merespons cemooh yang diberikan beberapa pihak dari negara-negara lain terhadap pemerintah, terutama terkait dengan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.

“Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini,” kata Prabowo, melansir dari Antara.

Ia melanjutkan “tetapi, kita cool saja. Kita tenang. Kita bertanggung jawab. Kita sudah cukup besar pengarahan TNI, Polisi, pemda bekerja setengah mati. Saudara saksi. Saudara di paling depan bupati, gubernur. Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya.”

Baca Juga :   CEGAH DAMPAK ASAP, Menkes: Kelompok Rentan Perlu Batasi Kegiatan di Luar

Presiden kemudian menegaskan tidak akan ragu-ragu menindak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan asing, yang terbukti melanggar dan terlibat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita,” katanya.

Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dia yakin pembakar hutan itu bukanlah masyarakat Kalimantan.

“Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia,” ucap Presiden. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla
DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA
KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR
KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca