SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Kalimantan Tengah berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Masyarakat sekitar diimbau memantau perkembangan cuaca dan bersiap menghadapi potensi dampak hujan selama puncak musim hujan berlangsung.
Berdasarkan prediksi musim hujan 2026/2027 yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, awal musim hujan di Kalteng diperkirakan berlangsung pada Oktober dasarian II hingga November dasarian III 2026. Sifat musim hujan di sebagian besar wilayah Kalteng diprediksi berada pada kategori normal sampai atas normal.
Dalam meteorologi, dasarian adalah pembagian waktu selama 10 hari. Dasarian I berlangsung dari tanggal 1-10, dasarian II pada tanggal 11-20, dan dasarian III dimulai tanggal 21 hingga akhir bulan. Dengan demikian, awal musim hujan yang diprediksi mulai Oktober dasarian II berarti sebagian wilayah Kalteng diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada periode 11-20 Oktober 2026. Wilayah lainnya diprediksi menyusul hingga dasarian III November, dari 21-30 November 2026.
Puncak Musim Hujan Kalteng Berlangsung Desember 2026-Januari 2027
Setelah awal musim hujan, BMKG memprediksi puncak musim hujan di Kalteng akan dimulai bulan Desember 2026 hingga Januari 2027. Untuk bulan Desember, wilayah yang diprediksi memasuki puncak musim hujan adalah Murung Raya dan Barito Utara, sementara puncak musim hujan di wilayah Kalteng lainnya diprediksi berlangsung Januari 2027.
Sifat hujan sebagian besar wilayah adalah normal, namun terdapat beberapa wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan di atas normal, di antaranya Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan. Sifat hujan ini perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir.
Awal dan Puncak Musim Hujan Cenderung Mundur
Dalam laporan resminya, yang dikutip detikKalimantan dari BMKG turut membandingkan prediksi musim hujan 2026/2027 dengan kondisi normalnya. Hasilnya, awal musim hujan di Kalimantan Tengah cenderung mengalami kemunduran. Sebagian zona musim diperkirakan mengalami awal musim hujan yang mundur sama dengan atau lebih dari tiga dasarian. Sementara itu, dua zona musim diprediksi mengalami kemunduran dua dasarian.
Satu dasarian setara dengan sekitar 10 hari. Artinya, kemunduran dua dasarian berarti sekitar 20 hari, sedangkan tiga dasarian sekitar 30 hari dibandingkan waktu normalnya. Puncak musim hujan juga diprediksi cenderung mundur dibandingkan kondisi normal. Sebanyak tujuh zona musim diperkirakan mengalami kemunduran puncak musim hujan sekitar satu bulan, lima zona mengalami kemunduran lebih dari satu bulan, dan satu zona diprediksi memiliki waktu puncak yang sama seperti biasanya.
Itulah alasan mengapa puncak musim hujan di wilayah Kalteng tidak persis sama. Kondisi tiap zona musim akan terus diperbarui oleh BMKG di masing-masing zona. Prediksi musim hujan ini bisa menjadi perhatian untuk mempersiapkan masuknya musim hujan dan jika perlu, untuk mitigasi bencana. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















