SuarIndonesia – Kawanan Bekantan keluar dari habitatnya menuju area dekat jalan raya A Yani Km 17 (dekat Tugu 17 Mei) Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Kuat dugaan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca panas.
Kawasan itu terhubung pula Jalan Gubernur Soebardjo atau Jalan Lingkar Selatan, yang masih banyak hutannya dan salah satu ruas jalan penting di Kalimantan Selatan yang menghubungkan wilayah Banjarmasin, Kabupaten Banjar, hingga ke kawasan perbatasan Banjarbaru / Liang Anggang.
Dari keterangan Kamis (22/10/2026), sejumlah petugas terkait, termasuk Kepolisian,hngga kini ada di lokasi melakukan pemantauan.
Dimana Bekantan terpaksa mendekati pemukiman dan jalan raya karena hutan tempat tinggalnya mengalami kekeringan dan terbakar.
Tangkapan layar dilansir melalui unggahan Instagram @info_banjarmasin, kawanan hewan maskot Kalsel ini terlihat bergelantungan di sisa-sisa pohon yang terbakar hingga mendekati jalan raya.
Bekantan muncul di lahan bekas terbakar sejak, Rabu (21/10/2026) karena kepanasan, dehidrasi dan mencari air minum di sungai yang ada di pinggir jalan utama ini.
“Mohon izin bantuan tuk diteruskan ke instansi yg berwenang, ini ada beberapa bekantan di dekat tugu KM 17 gambut kabupaten banjar,” terang unggahan tersebut.
Saat itu tak hanya bekantan dewasa, terlihat pula seekor anak bekantan yang kebingungan hendak memanjat pohon.
Kondisi kekeringan yang parah membuat sumber air tawar di dalam hutan mengering atau terintrusi oleh air laut (menjadi asin).
Sehingga primata langka ini terpaksa turun ke tanah dan bermigrasi mendekati pemukiman warga demi bertahan hidup.
Diingatkan pula dalam kondisi seperti ini, yang dielansir dari beberapa sumber hindari kontak fisik dan visual langsung.
Biarkan Bekantan mengambil makanan atau minuman yang Anda letakkan dari jarak aman secara mandiri.
Jangan menatap mata bekantan secara langsung atau tersenyum lebar (memperlihatkan gigi), karena dalam bahasa tubuh primata, hal ini dianggap sebagai tantangan atau ancaman.
Berikan Ruang dan Jalur Keluar, jangan mengepung, memojokkan, atau menghalau bekantan dengan kekerasan (seperti memukul atau melempar batu).
Stres ekstrem akibat ketakutan bisa memicu serangan jantung atau kematian pada satwa liar. Segera hubungi BKSDA atau Damkar, jangan mencoba memelihara atau menangkapnya sendiri.
Segera laporkan kemunculan tersebut kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat atau petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) agar satwa bisa dievakuasi, diberi penanganan medis yang tepat, dan dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman. (ZI)
.
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















