SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan hingga kini para petugas maupun relawan terus berjibaku sebagai upaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng Ahmad Toyib di Palangka Raya, Jumat (23/10/2026), menyatakan untuk mengantisipasi perluasan kebakaran dan meminimalkan dampak kabut asap telah diturunkan kekuatan penuh, yakni 16.387 personel gabungan terdiri atas TNI, Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait di berbagai tempat rawan.
“Sinergi antara petugas dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengatasi ancaman karhutla ini sangat penting,” kata Toyib.
Ia mengatakan peran aktif masyarakat dalam menjaga lahan sebagai penting dalam mencegah karhutla.
BPB-PK Kalteng memastikan koordinasi pemadaman darat dan udara akan terus diperkuat secara intensif hingga kondisi wilayah aman serta kondusif.
Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng menyampaikan per 22 Oktober 2026 tercatat akumulasi 6.901 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 19.967,87 hektare.
Perkembangan harian kebakaran hutan dan lahan pada 22 Oktober 2026, tercatat 12.211 titik panas dan 65 karhutla dengan luas 187,18 hektare.
Pemprov Kalteng memastikan upaya penanganan karhutla terus dilakukan, termasuk penanggulangan dampak di bidang kesehatan, pendidikan hingga ekonomi.
Hal ini dilakukan dengan memperkuat pelayanan kesehatan, penyediaan rumah oksigen, pemberian masker dan multivitamin, pendistribusian air bersih, pemberlakuan pembelajaran jarak jauh, hingga pemberian bantuan pangan.

Menkes pantau layanan kesehatan
Sementara itu, dilansir dari Antara, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama tim Kemenkes memantau pelayanan kesehatan yang dilakukan pusat layanan kesehatan pemerintah terhadap masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalteng.
“Kami juga memantau ketersediaan fasilitas oksigenasi dan upaya perlindungan masyarakat dari paparan polusi Udara serta mendata apa saja yang diperlukan untuk segera dilengkapi,” kata Budi di Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).
Pada kunjungan di Kota Palangka Raya, dia mengunjungi pusat layanan kesehatan di Puskesmas Menteng, di Rumah Oksigen RTH Kalteng, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, RSUD dr. Doris Sylvanus, Puskesmas Panarung dan Rumah Oksigen MDMC di Komplek Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















