SuarIndonesia — Hujan mengguyur Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Warga menyambut suka cita hujan tersebut karena sudah beberapa waktu terjebak dalam kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga berharap turunnya hujan bisa mengurangi pekatnya asap dan membuat aktivitas berangsur normal.
“Alhamdulillah, hujan akhirnya turun. Kami sangat bersyukur karena sudah cukup lama menghadapi kabut asap akibat karhutla. Semoga hujan ini membawa berkah, asap segera berkurang, dan udara kembali bersih sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar Jayus, warga Pasir Panjang.
Siti Fatimah, warga Samari, Pangkalan Bun, juga mengaku bersyukur setelah hujan turun. Menurut dia, hujan menjadi pemandangan yang melegakan setelah langit sebelumnya terlihat gelap dan kekuningan akibat kepungan asap.
“Langit yang sebelumnya tampak gelap dan kekuningan karena kepungan asap perlahan terlihat berubah ketika hujan turun. Momen tersebut menjadi gambaran betapa berharganya hujan bagi masyarakat yang mendambakan udara lebih bersih dan lingkungan yang nyaman,” kata Siti Fatimah.
Antusiasme warga Pangkalan Bun terlihat di media sosial. Warga ramai-ramai membagikan video hujan di wilayah Pangkalan Bun. Hujan yang turun pada Jumat siang itu bahkan dimaknai sebagian warga sebagai Jumat berkah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar, Eko Yulianto Nugroho, menjelaskan bahwa wilayah Pangkalan Bun memang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan pada Jumat tersebut. Menurut Eko, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan di sekitar Pangkalan Bun. Pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut lepas landas dari Palangka Raya untuk melaksanakan penyemaian awan di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
“Jadi penyemaian awan dalam OMC memang diarahkan ke daerah yang mempunyai potensi pertumbuhan awan. Sederhananya, sudah ada potensi pertumbuhan awan hujan, dengan adanya penyemaian awan, awan hujan tumbuh lebih cepat dan lebih besar sehingga terjadi hujan di wilayah Pangkalan Bun,” jelasnya.
Turunnya hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan vegetasi yang mengering serta mengurangi sebagian partikel asap di udara. Namun, dampaknya terhadap kondisi kabut asap bergantung pada intensitas dan durasi hujan, kondisi angin, serta keberadaan titik api yang masih aktif.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menganggap persoalan kabut asap telah berakhir. Apabila kebakaran masih berlangsung di sejumlah kawasan, asap berpotensi kembali menyelimuti permukiman meskipun hujan sempat turun.
“Warga kami diimbau tetap menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap masih pekat, menggunakan masker yang sesuai saat diperlukan, serta memantau informasi kualitas udara dan perkembangan penanganan karhutla,” pungkasnya.
Palangka Raya diguyur hujan
Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, hujan juga mengguyur sejumlah wilayah Kota Cantik Palangka Raya sejak Kamis (15/10/2026) sore hingga Jumat (16/10/2026) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut mengungkapkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tersebut dipengaruhi pertumbuhan awan konvektif dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Nadya, mengatakan hujan terpantau mengguyur dua kecamatan, yakni Jekan Raya dan Bukit Batu.
“Wilayah yang terdampak di Palangka Raya sendiri itu terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Bukit Batu dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Nadya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Nadya, hujan yang turun pada Kamis malam terjadi akibat pertumbuhan awan konvektif yang mendapat tambahan pengaruh dari kegiatan OMC. Operasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
“Untuk yang malam hari hujan terjadi akibat dari pertumbuhan awan konvektif itu sendiri dan intervensi dari kegiatan OMC,” jelasnya.
“Turunnya hujan di tengah kondisi kabut asap menjadi perkembangan yang diharapkan dapat membantu mengurangi partikel polutan di udara serta mendukung upaya pemadaman karhutla,” ujarnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















