PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

SuarIndonesia — Hujan mengguyur Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Warga menyambut suka cita hujan tersebut karena sudah beberapa waktu terjebak dalam kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga berharap turunnya hujan bisa mengurangi pekatnya asap dan membuat aktivitas berangsur normal.

“Alhamdulillah, hujan akhirnya turun. Kami sangat bersyukur karena sudah cukup lama menghadapi kabut asap akibat karhutla. Semoga hujan ini membawa berkah, asap segera berkurang, dan udara kembali bersih sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar Jayus, warga Pasir Panjang.

Siti Fatimah, warga Samari, Pangkalan Bun, juga mengaku bersyukur setelah hujan turun. Menurut dia, hujan menjadi pemandangan yang melegakan setelah langit sebelumnya terlihat gelap dan kekuningan akibat kepungan asap.

“Langit yang sebelumnya tampak gelap dan kekuningan karena kepungan asap perlahan terlihat berubah ketika hujan turun. Momen tersebut menjadi gambaran betapa berharganya hujan bagi masyarakat yang mendambakan udara lebih bersih dan lingkungan yang nyaman,” kata Siti Fatimah.

Antusiasme warga Pangkalan Bun terlihat di media sosial. Warga ramai-ramai membagikan video hujan di wilayah Pangkalan Bun. Hujan yang turun pada Jumat siang itu bahkan dimaknai sebagian warga sebagai Jumat berkah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar, Eko Yulianto Nugroho, menjelaskan bahwa wilayah Pangkalan Bun memang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan pada Jumat tersebut. Menurut Eko, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan di sekitar Pangkalan Bun. Pesawat yang digunakan dalam operasi tersebut lepas landas dari Palangka Raya untuk melaksanakan penyemaian awan di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

“Jadi penyemaian awan dalam OMC memang diarahkan ke daerah yang mempunyai potensi pertumbuhan awan. Sederhananya, sudah ada potensi pertumbuhan awan hujan, dengan adanya penyemaian awan, awan hujan tumbuh lebih cepat dan lebih besar sehingga terjadi hujan di wilayah Pangkalan Bun,” jelasnya.

Turunnya hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan vegetasi yang mengering serta mengurangi sebagian partikel asap di udara. Namun, dampaknya terhadap kondisi kabut asap bergantung pada intensitas dan durasi hujan, kondisi angin, serta keberadaan titik api yang masih aktif.

Baca Juga :   JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menganggap persoalan kabut asap telah berakhir. Apabila kebakaran masih berlangsung di sejumlah kawasan, asap berpotensi kembali menyelimuti permukiman meskipun hujan sempat turun.

“Warga kami diimbau tetap menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap masih pekat, menggunakan masker yang sesuai saat diperlukan, serta memantau informasi kualitas udara dan perkembangan penanganan karhutla,” pungkasnya.

Palangka Raya diguyur hujan

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, hujan juga mengguyur sejumlah wilayah Kota Cantik Palangka Raya sejak Kamis (15/10/2026) sore hingga Jumat (16/10/2026) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut mengungkapkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tersebut dipengaruhi pertumbuhan awan konvektif dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Nadya, mengatakan hujan terpantau mengguyur dua kecamatan, yakni Jekan Raya dan Bukit Batu.

“Wilayah yang terdampak di Palangka Raya sendiri itu terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Bukit Batu dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Nadya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Nadya, hujan yang turun pada Kamis malam terjadi akibat pertumbuhan awan konvektif yang mendapat tambahan pengaruh dari kegiatan OMC. Operasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

“Untuk yang malam hari hujan terjadi akibat dari pertumbuhan awan konvektif itu sendiri dan intervensi dari kegiatan OMC,” jelasnya.

“Turunnya hujan di tengah kondisi kabut asap menjadi perkembangan yang diharapkan dapat membantu mengurangi partikel polutan di udara serta mendukung upaya pemadaman karhutla,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru
MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah
“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur
GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah
IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI
IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim
KUMAI Diguyur Hujan
KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00

MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:43

“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:37

GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:31

IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:07

BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Berita Terbaru

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Suasana upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026 di Semarang, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Divisi Humas Polri)

Hukum

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:17


DIAN Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: HO- Antara)

Ekonomi

117 BPR-BPRS Dilebur jadi 33 BPR-BPRS

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:12

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca