SuarIndonesia — Anggota DPR Fraksi PKB Maman Imanulhaq meminta Menteri Agama Nasaruddin Umar serius menggelar sertifikasi dai usai Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengolok-olok penjual es teh.
Maman menilai terlalu banyak pendakwah yang cuma menyuguhkan humor. Para pendakwah itu, kata Maman, tak punya referensi dakwah ke Alquran dan hadis.
“Saya tadi di media mengatakan sertifikasi dai jadi sangat urgen hari ini. Jangan sampai ada seorang dai melakukan penghinaan terhadap tukang es teh,” kata Maman pada Rapat Kerja Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/11/2024).
Maman mengatakan Kemenag harus serius membahas literasi keagamaan. Menurutnya, hal itu bisa dimulai dari jajaran Kemenag.
“Kemenag hrus lebih serius soal literasi keagaman, baik itu pegawai Kemenag, baik itu adalah seluruh elemen di pendidikan keagamaan, perpustakaan masjid, dan terutama pada dai,” ujarnya.
Sebelumnya, publik berang karena Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman mengolok-olok penjual es teh saat berdakwah. Dia menggunakan kata “goblok” saat diminta memborong dagangan penjual tersebut.
Publik ramai-ramai menggalang petisi untuk meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Miftah. Sudah ada tujuh petisi di change.org mendesak Prabowo melakukan itu.
7 Petisi Desak Prabowo Copot Miftah
Sementara itu, dikutip dari CNNIndonesia, Petisi yang mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Miftah Maulana Habiburrahman sebagai utusan khusus presiden bermunculan, Rabu (4/12/2024). Setidaknya ada tujuh petisi daring di situs change.org yang meminta Miftah dicopot karena mengolok-olok penjual es teh.
Petisi berjudul Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden menjadi petisi dengan dukungan terbanyak. Sudah ada 3.535 orang yang menandatangani petisi itu pada pukul 20.14 WIB.
Petisi itu dibuat Dika Prakasa dan ditujukan ke Presiden Prabowo Subianto. Dika merasa pernyataan Miftah tak memberi contoh baik ke publik.
“Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segara copot Gus Miftah!” bunyi petisi tersebut.
Selanjutnya ada petisi berjudul Copot Miftah Maulana Habiburrahman Sebagai Utusan Khusus Presiden. Petisi ini telah ditandatangani 1.278 orang.
Lima petisi lainnya baru ditandatangani puluhan orang. Petisi-petisi itu berjudul MULUT MIFTAH COMBERAN, RAKYAT MARAH! PRESIDEN HARUS PECAT!, Hentikan Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden, dan Berhentikan Gus Miftah dari Jabatan Staf Khusus Presiden.
Kemudian, ada petisi TOLAK GUS MIFTAH YANG SUKA MERENDAHKAN SESAMA MANUSIA. Ada pula petisi Desak Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman mundur dari jabatannya.
Sebelumnya, Miftah Maulana Habiburrahman menyita perhatian publik karena mengolok-olok penjual es teh. Saat diminta memborong dagangan penjual itu, Miftah malah melontarkan ucapan “goblok” kepada pedagang itu.
Miftah sendiri sudah meminta maaf ke publik melalui video dan meminta maaf langsung ke penjual teh, Sunhaji. Selain Miftahyang sudah mendatangi Sunhaji, penjual es teh itu juga sudah datang ke tempat tinggal Miftah.
Enggan respons
Miftah sendiri enggan merespons soal banyaknya desakan kepada pemerintah agar dirinya dicopot dari jabatan Utusan Khusus Presiden.
“Enggak usah tanya itu, enggak usah tanya itu. Bukan wewenang saya. Udah, udah itu bukan wewenang saya,” kata Gus Miftah ditemui di Ponpes Ora Aji, Kalasan, Sleman, DIY, Rabu (4/12/2024).
Sementara Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Ujang Komaruddin mengatakan Presiden Prabowo Subianto menerima berbagai masukan. Hal itu ia sampaikan merespons desakan pencopotan Miftah.
“Ya semua aspirasi dari warga negara Indonesia, semua tokoh bangsa, baik kelas menengah, atas, ataupun bawah akan ditampung dan diperhatikan oleh Pak Presiden,” ucap Ujang.

Sunhaji Gabung Banser dan Diumrahkan
Usai bertemu dengan Gus Miftah, Sunhaji, penjual es teh asal Magelang, Jawa Tengah yang viral videonya karena diolok Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah resmi menjadi anggota kehormatan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser.
Hal itu disampaikan Gus Miftah usai Sunhaji mengunjungi Ponpes Ora Aji di Kalasan, Sleman, DIY, Rabu (4/12/2024) siang.
Sunhaji sendiri sewaktu bercengkerama di ruang tamu kediaman Gus Miftah, sudah terlihat mengenakan seragam Banser lengkap.
“Ini kan beliau (Sunhaji) sering ikut ngaji di event-event yang dijaga Banser Ansor, kayaknya beliau kok seneng lah nduwe baju Banser. Alhamdulillah, beliau seneng. Biar semangat, guyub,” kata Gus Miftah diamini oleh Ketua PW GP Ansor DIY, Abdul Muiz yang mendampinginya.
Bukan cuma diangkat jadi anggota kehormatan Banser, Sunhaji juga banyak mendapat tawaran untuk diberangkatkan umrah.
“Kan katanya yang mau ngumrahin banyak, mau diumrohin sama orang lain apa diumrohin sama Abah (Gus Miftah), lha beliau ngersakke (ingin) diumrahin sama Abah saja,” ujar Utusan Khusus Presiden itu.
“Jadi insyaallah beliau berangkat, Pak Sunhaji, istrinya, ibu mertuanya dan dua anaknya. Karena beliau pengen diumrohkan sama Abah, ya nanti saya umrohkan,” lanjut dia. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















