KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan Ekpedisi dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Jajaran Forkopimda Kalsel, Pihak BI dan Perwakilan dari Sopsal Mabes TNI AL di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selaa )9/6/2026) SuarIndonesia/Ist)

Pelepasan Ekpedisi dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Jajaran Forkopimda Kalsel, Pihak BI dan Perwakilan dari Sopsal Mabes TNI AL di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selaa )9/6/2026) SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia- TNI Angkatan Laut (AL) melalui KRI HIU-634 pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang digelar Bank Indonesia untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ekspedisi berlangsung  9 hingga 15 Juni 2026 menjadi wujud sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat yang berada di pulau-pulau terluar.

Dalam pelaksanaannya, TNI AL mengerahkan KRI HIU-634 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro dari jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada II serta Lanal Banjarmasin jajaran Kodaeral XIII untuk mendukung distribusi layanan Bank Indonesia.

Dengan rute Banjarmasin, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasinan, Pulau Laut Timur, dan kembali ke Banjarmasin. Total jarak pelayaran yang ditempuh mencapai 503 nautical mile (NM).

Pelepasan Ekpedisi dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Jajaran Forkopimda Kalsel, Pihak BI dan Perwakilan dari Sopsal Mabes TNI AL di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., mengatakan keterlibatan KRI HIU-634 dalam ekspedisi tersebut merupakan bagian dari tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pembangunan nasional, termasuk di sektor perekonomian.

Menurutnya, selain menjaga keamanan wilayah perairan, TNI AL juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kelancaran program-program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

Baca Juga :   KECURANGAN Beras Fortifikasi Rugikan Negara dan Konsumen

“Sesuai dengan salah satu tanggung jawab TNI Angkatan Laut yaitu menjaga kedaulatan serta mengamankan jalur laut dan sungai, program ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Indonesia setiap tahunnya guna memudahkan masyarakat untuk mengakses uang rupiah yang layak edar,” pungkasnya.

Selain layanan penukaran uang rupiah, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan masyarakat, antara lain program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, BI Mengajar, penyuluhan, hingga layanan kesehatan.

Sementara Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI AL yang menjadi tim ekspedisi terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Kalsel dan sekitarnya.

Melalui kehadiran KRI HIU-634, TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya tidak hanya menjaga kedaulatan laut Indonesia, tetapi juga mendukung pemerataan akses layanan keuangan negara hingga ke pulau-pulau terluar demi memperkuat kehadiran negara di seluruh wilayah NKRI. (*/DO)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI
PASTIKAN Siap Hadapi Dinamika Lapangan, Kapolresta Cek Peralatan Dalmas
PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!
GUBERNUR MUHIDIN di Arena Kobaran Api Karhutla Ikut Padamkan
KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar
ATASI Konflik Agraria, Dibentuk Tim Lintas Kementerian
MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan
BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:17

MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:49

BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:02

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50

ENAM Provinsi Rawan Karhutla Difokuskan untuk Ditangani

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Harianto)

Bisnis

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca