14 TAHUN Lindungi Hutan, Elsa Raih Kalpataru

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025 - 21:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPD Kaltim Puguh Harjanto (dua dari kiri) bersama Ketua MHA Benuaq Telimuk Elsa Wijaya (ketiga dari kiri). Elsa Wijaya bersama istri dan anaknya saat mengunjungi Kantor DPMPD Kaltim. (Foto: ANTARA/M Ghofar)

Kepala DPMPD Kaltim Puguh Harjanto (dua dari kiri) bersama Ketua MHA Benuaq Telimuk Elsa Wijaya (ketiga dari kiri). Elsa Wijaya bersama istri dan anaknya saat mengunjungi Kantor DPMPD Kaltim. (Foto: ANTARA/M Ghofar)

SuarIndonesia — Seorang tokoh adat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akhirnya memperoleh penghargaan Kalpataru dari Gubernur Kalimantan Timur, setelah 14 tahun melindungi hutan adat di wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) Benuaq Telimuk di Desa Penarung.

“Dari dulu kami selalu mempertahankan kelestarian hutan karena kami juga mengambil manfaat non-kayu dari hutan, namun secara kelembagaan adat dan secara serius, menjaga kelestarian hutan ini kami lakukan sejak 14 tahun lalu,” kata Ketua MHA Benuaq Telimuk Elsa Wijaya di Samarinda, Senin (23/6/2025).

Berkat keseriusan menjaga hutan tetap lestari yang berkolaborasi dengan perusahaan di wilayah adat, pihaknya mampu mempertahankan ekosistem hutan baik flora maupun faunanya.

Ia mengatakan bahwa total luas wilayah adat Benuaq Telimuk mencapai 2.612 hektare (ha) mulai dari sebagian kawasan pemukiman hingga kawasan hutan.

Sedangkan khusus wilayah hutan adat seluas 407 ha yang terus pertahankan agar tidak rusak, karena selain menjadi sumber ekonomi juga menjadi sumber air bersih bagi kehidupan masyarakat.

Di hutan tersebut masih banyak pohon ulin yang tetap dipertahankan, karena secara umum pohon ulin mulai langka, kemudian masih ada lutung bermuka putih dan aneka jenis monyet, lantas masih ada banteng, dan macan dahan.

“Di sana juga ada pohon ulin paling besar dan sudah kami datangi bersama dinas kehutanan. Pohon ulin tersebut memiliki lingkaran 200 cm dan diperkirakan berumur 400 tahun,” kata Elsa, dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Ia mengaku banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya mempertahankan hutan tetap lestari, karena banyak pemburu yang masuk hutan, termasuk adanya penebang pohon dengan gergaji mesin, sehingga ia kerap berhadapan dan bersitegang dengan mereka.

Baca Juga :   PKD KALTIM 2025: Museum Mulawarman Ajak Jelajahi Tradisi Pertanian dan Seni Dayak

Namun, berkat adanya pendampingan dari berbagai pihak baik dari dinas kehutanan, termasuk dinas lingkungan hidup dari kabupaten dan provinsi, maka posisi komunitas tersebut menjadi kuat.

Ditambah dengan adanya pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur  melalui pendampingan dan fasilitasi MHA Benuaq Telimuk, pihaknya makin kuat memiliki kewenangan secara hukum.

“Ditambah lagi tahun lalu kami mendapat dana dari program FCPF sebesar Rp250 juta, kemudian dana tersebut kami gunakan kegiatan ekonomi masyarakat dan membangun pos jaga, sehingga kami bisa menghalau jika ada penebang maupun pemburu yang datang,” katanya.

Setelah menerima Kalpataru hari ini, ia langsung menemui Kepala DPMPD Kaltim Puguh Harjanto untuk mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang dilakukan terhadap MHA selama ini.

Dalam kesempatan itu, Puguh memberi apresiasi tinggi karena terus menjaga hutan berikut ekologinya.

Puguh juga menyarankan Elsa Wijaya membuat peta jalan tentang pengalaman yang dilakukan dalam menjaga lingkungan, sebagai bahan kajian sekaligus untuk berbagi pengalaman bagi MHA lain. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN
OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 13:23

JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:16

TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pesut. (Dok Yayasan Konservasi RASI)

Kaltara

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor

Rabu, 8 Apr 2026 - 23:38

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca