SuarIndonesia – Tiket pesawat, utamanya tujuan Banjarmasin mendadak kosong, dan kondisi ini membuat sejumlah warga Kalimantan Selatan (Kalsel) tertahan di luar daerah.
Kekosongan tiket pesawat dari luar daerah tujuan Banjarmasin, sejak Minggu (5/4/2026). Tidak hanya penerbangan langsung, namun rute transit juga kosong.
Sejumlah warga tertahan di luar daerah karena tidak mendapatkan tiket penerbangan pulang.
Sasa, warga Banjarmasin, mengaku masih berada di Bali karena gagal mendapatkan tiket.”Saya masih di Bali, semua tiket habis,” ujarnya.
Begitu pula dengan Rahadi,, warga Sekumpul, Martapura, juga mengalami hal serupa.
Ia tertahan di Jakarta setelah tidak menemukan tiket menuju Banjarmasin.”Dari mana saja tujuan Banjarmasin sudah tidak ada tiket,” katanya.
Berdasarkan pantauan di laman Traveloka.com, rute Jakarta – Banjarmasin misalnya tak ada satupun tiket tersedia sejakl 5 sampai 9 April. Pada 10 April baru tersedia kembali. Itupun hanya maskapai Garuda yang tersedia penerbangan langsung. Selebihnya penerbangan transit.
Harganya tentu saja melambung tinggi. Garuda yang tersedia pada tanggal tersebut hanya kelas bisnis.
Dengan harga rata-rata Rp 5 jutaan. Sementara maskapai lainnya melalui transit. Harga di kisaran Rp 2,5 jutaan.
Rute Surabaya Banjarmasin juga mengalami hal demikian. Tak ada tiket hingga 8 April.
Pada tanggal 9 tersedia hanya untuk penerbagnan transit. Sedikit berbeda dengan rute Bali Banjarmasin.
Tiket kosong hingga 6 April. Mulai 7 sudah tersedia. Namun menggunakan sistem transit rata-rata 2 kali pemberhentian.
Begitu pula rute Semarang Banjarmasin tersedia tiket mulai 7 April, namun rata-rata 3 kali transit.
Salah seorang pengusaha travel di Banjarmasin, Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, membenarkan tingginya permintaan tiket tersebut.
Ia menyebut seluruh kursi penerbangan menuju Banjarmasin telah terisi penuh berdasarkan pantauan di sejumlah platform penjualan tiket.”Kami cek di beberapa situs penjualan tiket online, semuanya penuh,” jelasnya.
Zulfian menegaskan tidak ada pengurangan jumlah maskapai maupun jadwal penerbangan.
Ia menilai lonjakan penumpang murni dipicu momentum libur panjang pada 3–5 April 2026.“Kemungkinan besar karena libur panjang,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















