PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 18:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelestarian budaya, khususnya Banjar terus tumbuh melalui melalui UMKM dari tangan-tangan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Dim 1004/Kotabaru, Korem 101/Antasari, PD XII/Tambun Bungai. (SuarIndonesia/Ist)

Pelestarian budaya, khususnya Banjar terus tumbuh melalui melalui UMKM dari tangan-tangan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Dim 1004/Kotabaru, Korem 101/Antasari, PD XII/Tambun Bungai. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Pelestarian budaya, khususnya Banjar terus tumbuh melalui melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari tangan-tangan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Dim 1004/Kotabaru, Korem 101/Antasari, PD XII/Tambun Bungai.

Semua di tengah hamparan laut yang membiru dan kehidupan masyarakat pesisir yang kental dengan tradisi.

Semangat pelestarian budaya terus tumbuh atas ketekunan  Rabiatul Huriah, Istri dari Letda Inf Nurdin Joni, melalui UMKM yang bernama Kirana Sasirangan Todak, berdiri sejak 15 Juni 2020.

Ia menghadirkan kain sasirangan bermotif ikan todak yang sarat makna dan identitas daerah.

Berawal dari kecintaan terhadap budaya Banjar, usaha sasirangan tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan leluhur.

Baginya, sasirangan bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan simbol sejarah dan jati diri masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).Proses pembuatan sasirangan dilakukan dengan teknik jelujur atau dalam bahasa Banjar disebut sirang. Kain dijelujur mengikuti pola tertentu, kemudian diikat dan melalui proses pewarnaan hingga menghasilkan motif khas.

Tahapan tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta keahlian khusus agar warna dan motif yang dihasilkan tampak harmonis dan bernilai estetika tinggi.

Motif ikan todak yang diangkat memiliki filosofi mendalam. Dalam cerita rakyat setempat, ikan todak dikenal sebagai simbol keberanian dan ketangguhan.

Legenda tentang keterkaitan ikan todak dengan terbentuknya Pulau Laut turut memperkaya nilai historis motif tersebut.

Tak heran jika ikan todak menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan Kabupaten Kotabaru. Lebih dari itu, karya sasirangan ini juga mengandung semangat Sa-ijaan, semboyan Kabupaten Kotabaru yang berarti satu tujuan dan seia sekata.

Baca Juga :   PROGRAM Tukar Sampah jadi Sembako, Ini Diminta Berkelanjutan

Filosofi tersebut mencerminkan persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah.

Nilai inilah yang ingin disampaikan melalui setiap helai kain yang diproduksi.”Ini bukan sekadar usaha, tetapi bagian dari menjaga budaya Banjar agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujar Rabiatul Huriah.

Seiring perkembangan zaman, inovasi terus dilakukan. Motif tradisional dipadukan dengan sentuhan modern seperti bordir dan payet.Produk sasirangan pun berkembang menjadi berbagai bentuk, mulai dari busana, selendang, tas, hingga aksesori.  Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, produk ini memiliki daya saing dan diminati berbagai kalangan.

Sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana, peran tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perempuan dalam membantu perekonomian keluarga tanpa meninggalkan tugas utama sebagai pendamping prajurit TNI Angkatan Darat dan ibu rumah tangga.

Semangat pemberdayaan ini sejalan dengan upaya organisasi dalam mendukung kemandirian anggota. Sasirangan motif ikan todak kini bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga simbol kebanggaan Banua.

Melalui sentuhan kreativitas dan semangat Sa-ijaan, warisan budaya Kotabaru diharapkan terus berkembang, dikenal lebih luas dan tetap menjadi identitas yang mengakar kuat di tengah arus modernisasi. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air
SEJUMLAH Keluarga Korban KM Virgo Mendengarkan Ceramah dari H Mulkani Al-Banjari
UPDATE Tiga Jenazah Lagi Dievakuasi dari KM Virgo Menuju Banjarmasin dan Ratusan Barang Ditemukan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:42

PERAIRAN KALTENG: Waspada! Angin Kencang-Gelombang Tinggi

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca