EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 00:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Perkara pembunuhan berencana dilakoni pecatan polisi Muhammad Seili terhadap Zahra Dilla,  mahasiswi FEB Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin Selasa (7/4/2026).

Kali ini, dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi, untuk membuktikan dakwaannya, termasuk diantaranya Dea, mantan kekasih terdakwa.

Di antaranya, teman satu kampus korban, Ariska dan Aulia dan relawan emergency yang melakukan evakuasi jasad korban.

Kesaksian dari Dea menyita perhatian. Namun dirinya  menolak berada satu ruangan dengan Muhammad Seili sehingga sidang dilakukan secara virtual.

“Saya sedih, kecewa dan benci,” ucap Dea saat itu di hadapan Majelis Hakim yang diketuai, Asni Meriyenti SH MH.

Ia mengungkap hubungan mereka telah berjalan dua tahun dan sempat merencanakan pernikahan.

Namun pada malam kejadian, ia mulai curiga karena terdakwa tidak bisa dihubungi dan diduga berbohong soal alasan dinas.

Keesokan harinya, Dea justru mendapat kabar bahwa terdakwa telah diamankan polisi terkait kasus pembunuhan tersebut.

Meski sempat dikonfirmasi langsung, terdakwa membantah keterlibatannya.

Lainnya dari seluruh keterangan para saksi, seseorang bernama Zainal berulang kali disebut oleh kedua saksi teman korban.

Menanggapi hal tersebut, JPU berencana untuk menghadirkan Zainal ke persidangan meskipun namanya berada di luar berkas perkara awal.

“Zainal akan kami coba hadirkan karena dari fakta sidang, nama ini selalu disebut-sebut. Dia kemungkinan bisa memberikan keterangan tambahan,” sambung Kasi Pidum Kejari Banjarmasin, Habibi SH MH, ditanya awak media usai persidangan.

Meski gambaran mengenai aktivitas antara terdakwa dan korban pada malam kejadian mulai terungkap, Habibi menegaskan bahwa proses pembuktian masih panjang.

Sejauh ini, pihaknya ujar Habibi belum bisa memberikan kesimpulan akhir, sebab menurutnya masih banyak saksi dan ahli yang perlu didengarkan keterangannya.

Sehingga untuk mendalami kasus ini lebih lanjut, dalam persidangan berikutnya JPU akan menghadirkan kembali sejumlah saksi.”Ada enam 6 orang saksi lagi akan kami hadirkan, dari termasuk ahli,” jelas Habibi.

Sementara dua teman korban di hadapan majelis hakim sampaikan komunikasi terakhir dengan Zahra sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong pada 24 Desember 2025.

Baca Juga :   BELASAN KLUB Berlaga di Turnamen Gubernur Cup Road to Pangdam Cup XXII/TB

Menurut kesaksiannya, sehari sebelumnya atau 23 Desember 2025, Zahra sempat aktif di grup WhatsApp mereka.

Ia mengabarkan bahwa terdakwa mengajaknya bertemu. Itu sempat membuat kedua temannya heran, mengingat Seili merupakan teman dari mantan korban dan diketahui telah memiliki pasangan.

Mereka sempat menyarankan agar komunikasi cukup dilakukan lewat telepon. Namun, korban menyebut terdakwa berdalih aplikasi WhatsApp miliknya disadap sehingga meminta pertemuan langsung.

Siang harinya, rencana pertemuan sempat batal. Namun, Zahra mengaku akan menuju Banjarmasin dan komunikasi masih berlangsung normal hingga malam hari.

Keanehan muncul menjelang pukul 22.30 Wita, Zahra mengirim pesan bahwa orang yang akan ditemuinya ternyata bukan terdakwa, melainkan teman SMA. Setelah itu, responsnya mulai hilang.

Sekitar pukul 01.00 dini hari, korban sempat mengirim selfie dengan keterangan ingin tidur. Namun satu jam kemudian, muncul status WhatsApp berisi video yang memperlihatkan korban tanpa busana bagian atas.

“Sepertinya video lama, karena terlihat seperti siang hari dan berada di dalam kamar,” ungkap saksi.

Upaya menghubungi korban setelah itu tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, sekitar pukul 04.00 Wita, korban sempat mengirim pesan terakhir di grup, menyebut unggahan tersebut sebagai kesalahan.

Sementara itu, saksi lain bernama Sedangkan Rahmat, petugas kebersihan, mengisahkan momen saat pertama kali menemukan jasad korban di drainase kawasan kampus STIH Banjarmasin.

Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah boneka.“Setelah diperhatikan lagi, ternyata Jasad ditemukan dalam posisi telentang, dengan kaki mengarah keluar gorong-gorong.

Petugas evakuasi, Lazuardi dan Helmi, menyebut kondisi jasad saat ditemukan belum kaku. Korban hanya mengenakan pakaian bagian atas, sementara celana ditemukan di bawah tubuhnya dengan leher tertutup kerudung. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh
KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun
KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut
1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA
TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi
MODIFIKASI Kendaraan Pengangkut BBM Ilegal dan Penggunaan Barcode Didalami Polisi Kemungkinan Keterlibatan Pihak SPBU

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:29

KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:03

LEMBAGA INTERNASIONAL “UCSZOO” Apresiasi Polda Kalsel Jaga Trenggiling dari Kepunahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:58

10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:39

98 KASUS KARHUTLA Korporasi Naik ke Penyidikan

Berita Terbaru

- Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tak hanya diwarnai orasi dan spanduk tuntutan, Kamis (22/10/2026) (SuarIndonesia/YI)

Ekonomi

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:12

ksi unjuk rasa menanas depan Rumah Banjar, Banjarmasin, Kamis (22/10/2026), (SuarIndonesia/YI sekitar pukul 16.40 WITA

Headline

AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:02


Personel Lanud Sjamsudin Noor menurunkan dry ice yang dibawa Pesawat TNI AU. (Foto: HO-Antara)

Kalsel

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:16

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca