IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Teheran menyambut pengumuman gencatan senjata antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026). (Reuters)

Warga Teheran menyambut pengumuman gencatan senjata antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026). (Reuters)

SuarIndonesia — Rabu (0/4/2026) pagi waktu setempat, militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Lebanon selatan—sebuah indikasi bahwa, bagi Israel, kesepakatan gencatan senjata AS–Iran tidak berlaku untuk Lebanon.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menghentikan serangan terhadap Iran, tapi akan tetap melanjutkan operasi di Lebanon.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, membantah bahwa gencatan senjata selama dua pekan juga mencakup konflik dengan kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah.

Sementara Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata, sejumlah negara di kawasan masih melaporkan adanya serangan yang dilancarkan dari Iran.

Kuwait, UAE serta Bahrain mengklaim ada serangan drone dan rudal di wilayah negaranya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Iran akan menyetujui gencatan senjata “jika serangan terhadap Iran dihentikan”.

Dia menambahkan, “selama periode dua minggu, jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan”.

Menurut Araghchi, hal tersebut akan dilakukan “melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada”.

Pernyataan Araghchi mengemuka sesaat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menempuh gencatan senjata selama dua minggu dengan syarat Iran membuka lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ujar Trump di Truth Social.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah!”

Trump menambahkan bahwa ia menyetujui gencatan senjata sementara tersebut “dengan ketentuan Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz secara MENYELURUH, SEGERA, dan AMAN”.

Trump mengatakan alasan dirinya menyetujui gencatan senjata sementara itu adalah karena “kami telah mencapai dan melampaui seluruh tujuan militer”.

Dia juga menyebut pengumuman tersebut disampaikan karena “kami sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, serta PERDAMAIAN di Timur Tengah”.

Trump mengatakan Iran telah mengirimkan 10 butir syarat gencatan senjata kepada Amerika Serikat dan Israel.

Trump menyebut 10 butir itu sebagai “dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi”.

“Hampir seluruh butir perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut difinalisasi dan disahkan,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa “merupakan suatu kehormatan melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian”.

Setelah Trump merilis pernyataan ini, pemerintah Israel mengatakan “mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan dengan syarat Iran segera membuka selat [Hormuz] dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel dan semua negara di kawasan.”

Sebelumnya, pada Selasa (07/04), Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz bagi semua kapal.

Seperti ancaman sebelumnya, Trump berkata dirinya akan membuat Iran seperti “neraka”.

Saat itu, Trump memberi tenggat pada Selasa (07/04) waktu Washington DC atau Rabu (08/04) pukul 07.00 WIB.

Asap membumbung tinggi setelah ledakan di Tyre, Lebanon, pada Rabu (08/04) pagi waktu setempat. (Reuters)

Israel tetap membombardir Lebanon
Namun, pemerintah Israel menambahkan, “gencatan senjata selama dua pekan tidak mencakup Lebanon”.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menghentikan serangan terhadap Iran, tapi akan tetap melanjutkan operasi di Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan, IDF mengatakan bahwa mereka “telah menyelesaikan satu gelombang serangan di Iran” dan kini telah menghentikan tembakan “sesuai dengan arahan” dari pimpinan politik.

IDF menambahkan bahwa pihaknya “sangat siap untuk merespons secara defensif terhadap setiap pelanggaran” terhadap Israel.

Namun, terhadap Hizbullah di Lebanon, “IDF terus melakukan operasi darat yang ditargetkan,” demikian pernyataan tersebut.

Pada Rabu (08/04) pagi, militer Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara di Lebanon selatan—sebuah indikasi bahwa, bagi Israel, kesepakatan gencatan senjata AS–Iran tidak berlaku untuk Lebanon.

Serangan udara itu menghantam wilayah Tyre dan Nabatieh di bagian selatan negara itu, setelah perjanjian tersebut diumumkan.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, membantah bahwa kesepakatan itu juga mencakup konflik dengan kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah.

Serangan udara dilaporkan masih terjadi di sejumlah negara Teluk

Sementara Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, sejumlah negara di kawasan masih melaporkan adanya serangan yang dilancarkan dari Iran.

Serangan-serangan tersebut belum tentu diperintahkan langsung oleh pimpinan negara, karena Iran telah memberi kewenangan kepada para komandan regional untuk memerintahkan serangan, dan perintah gencatan senjata mungkin memerlukan waktu untuk tersampaikan sepenuhnya.

Berikut informasi yang kami terima hingga Rabu (08/04) pagi:

Kuwait

Militer Kuwait mengatakan bahwa mereka telah menangani “gelombang intensif serangan bermusuhan dari Iran” sejak pukul 08.00 waktu setempat.

Sebanyak 28 drone berhasil dicegat, menurut pernyataan tersebut, namun serangan itu telah menyebabkan “kerusakan materi yang parah” pada infrastruktur minyak, pembangkit listrik, dan fasilitas desalinasi air.

Uni Emirat Arab (UEA)

Sejak gencatan senjata mulai berlaku, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah “secara aktif menghadapi” serangan rudal dan drone.

Dalam pembaruan informasinya, kementerian menyebutkan bahwa serangan‑serangan tersebut berasal dari Iran, dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol keselamatan.

Bahrain

Dua orang di Bahrain mengalami “luka ringan” setelah serangan drone Iran, kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa “sejumlah rumah” mengalami kerusakan di wilayah Sitra akibat serpihan drone yang jatuh.

Pemerintah belum mengonfirmasi apakah drone tersebut diluncurkan sebelum gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran diumumkan

Apa isi 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Iran?
Lembaga penyiaran milik pemerintah Iran merilis rincian 10 butir syarat gencatan senjata yang diajukan Teheran:

1.  Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman
2.  Penghentian perang terhadap Iran secara menyeluruh dan permanen tanpa batas waktu
3.  Pengakhiran seluruh konflik di kawasan secara menyeluruh
4.  Pembukaan kembali Selat Hormuz
5.  Pembentukan protokol dan persyaratan untuk menjamin kebebasan serta keamanan navigasi di Selat Hormuz
6.  Pembayaran penuh kompensasi biaya rekonstruksi kepada Iran
7.  Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran
8.  Pembebasan dana dan aset Iran yang dibekukan dan ditahan oleh Amerika Serikat
9.  Komitmen penuh Iran untuk tidak mengupayakan kepemilikan senjata nuklir
10.Gencatan senjata segera berlaku di seluruh lini begitu seluruh persyaratan di atas disetujui

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyatakan bahwa perundingan akan digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan, dalam jangka waktu maksimal 15 hari untuk “memfinalisasi” rincian kesepakatan.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa perundingan dilakukan agar “kemenangan Iran di medan perang juga dapat dikonsolidasikan dalam perundingan politik”.

Pernyataan SNSC itu melampaui 10 butir syarat gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan televisi pemerintah Iran.

Dalam pernyataan tersebut juga diklaim bahwa AS telah menyetujui sejumlah poin berikut:

– Menjamin tidak akan mengulangi agresi terhadap Iran
– Melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz
– Menerima pengayaan [uranium]
– Mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder terhadap Iran
– Mengakhiri seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
– Membayar kompensasi kepada Iran
– Menarik pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
– Menghentikan perang di seluruh lini, termasuk terhadap “perlawanan Islam di Lebanon”

Baca Juga :   TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Bagaimana peran Pakistan di balik gencatan senjata?
Terlepas dari substansi gencatan senjata, Pakistan disebut telah berperan sebagai mediator dalam pertikaian antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran.

Trump menyebut Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif sebagai salah satu tokoh yang diajak berkomunikasi dan yang berkontribusi pada tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersyarat tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, juga disebut dalam unggahan Trump di Truth Social.

“Mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang rencananya akan dikirim ke Iran malam ini,” tulis Trump.

Beberapa jam sebelum gencatan senjata diumumkan, muncul sejumlah secercah harapan dari Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kanan) mengumumkan gencatan senjata.SUMBER GAMBAR,REUTERS
Keterangan gambar,Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kanan) mengumumkan gencatan senjata.
Berbicara secara anonim, seorang sumber Pakistan mengatakan kepada BBC bahwa perundingan terus berlangsung “dengan cepat”, dan Pakistan bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS.

Para perunding dari pihak Pakistan terdiri dari “lingkaran yang sangat kecil”, dan suasana saat itu digambarkan sebagai “muram dan serius, tetapi tetap ada harapan bahwa penghentian permusuhan akan menjadi hasil akhirnya. Masih ada beberapa jam tersisa.”

Sumber tersebut mengatakan bahwa dia tidak termasuk dalam lingkaran kecil itu.

Selama beberapa pekan terakhir, Pakistan telah bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS, menyampaikan pesan antara kedua pihak.

Pakistan memiliki hubungan historis dengan Iran, berbagi perbatasan, dan secara rutin menyebut hubungan mereka sebagai hubungan “persaudaraan”.

Adapun hubungan dengan AS, Presiden Trump menyebut Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan, Marsekal Asim Munir, sebagai marsekal “favoritnya” dan mengatakan bahwa dia mengenal Iran “lebih baik daripada kebanyakan orang.”

Asim Munir, Pakistan, Iran, gencatan senjataSUMBER GAMBAR,SAJJAD QAYYUM/AFP VIA GETTY IMAGES
Keterangan gambar,Presiden Trump menyebut Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan, Marsekal Asim Munir (foto atas), sebagai marsekal “favoritnya” dan mengatakan bahwa dia mengenal Iran “lebih baik daripada kebanyakan orang.”
Kesepakatan tersebut masih jauh dari kata pasti. Berbicara di hadapan parlemen pada Selasa (07/04) malam, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan:

“Hingga kemarin kami sangat optimistis bahwa segalanya bergerak ke arah yang positif,” sebelum Israel melancarkan serangan ke Iran pada Senin dan Iran menyerang Arab Saudi.

Dia mengatakan bahwa Pakistan “masih berupaya mengelola situasi semaksimal mungkin.”

Marsekal Munir bahkan menyampaikan kritik yang lebih terbuka. Berbicara kepada para pejabat militer pada Selasa, dia mengatakan bahwa serangan terhadap Arab Saudi “merusak upaya‑upaya tulus untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai”.

Ini merupakan salah satu bahasa paling keras yang digunakan Pakistan terhadap Iran sejak konflik tersebut dimulai.

Sejumlah analis menyebut bahwa hal ini dapat menambah tekanan terhadap Iran.

Pakistan memiliki pakta pertahanan dengan Arab Saudi, yang hingga kini belum diaktifkan, meskipun terjadi serangan berulang terhadap Arab Saudi.

Setelah lewat tengah malam di Pakistan, Perdana Menteri negara itu mengunggah pernyataan di X bahwa “upaya diplomatik… sedang berkembang secara stabil, kuat, dan penuh daya, dengan potensi menghasilkan hasil substantif dalam waktu dekat.”

Para personel militer Iran melalui Selat Hormuz.SUMBER GAMBAR,ATTA KENARE / GETTY IMAGES
Keterangan gambar,Para personel militer Iran melalui Selat Hormuz.
Dia juga meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu dan agar Iran membuka Selat Hormuz untuk periode yang sama.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, mengunggah pernyataan di X sekitar pukul 03.00 waktu setempat bahwa telah terjadi “satu langkah maju dari tahap yang kritis dan sensitif”.

Sesaat sebelum pukul 05.00, Perdana Menteri Pakistan mengumumkan bahwa gencatan senjata telah disepakati dan mengundang kedua pihak untuk bertemu di Islamabad pada Jumat, 10 April, guna “melanjutkan perundingan menuju kesepakatan yang final”.

“Kami masih sangat berhati-hati,” ujar sumber Pakistan kepada BBC, seraya mengatakan bahwa situasi masih memiliki “kerapuhan yang berkelanjutan”.

Masih belum ada kepercayaan antara kedua pihak, kata sumber tersebut.

Harga minyak turun
Harga minyak terus merosot selang satu jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun sekitar 13,6% menjadi US$94,50 per barel. Sementara itu, minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat anjlok sekitar 14,3% menjadi US$96,80 dolar per barel.

Kedua patokan harga minyak tersebut, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC, Osmond Chia, sebelumnya diperdagangkan jauh di atas US$100 per barel pada Selasa (07/04).

Gencatan senjata bersyarat itu kemungkinan menjadi kejutan bagi para pelaku pasar, sehingga memicu penurunan tajam harga minyak, kata Ichiro Kutani dari Institute of Energy Economics di Jepang.

Namun, ia menilai harga minyak kecil kemungkinan kembali ke level sebelum perang, yakni sekitar US$70 per barel, mengingat besarnya kerusakan yang terjadi di kawasan tersebut.

Pasar saham Asia juga menguat pada perdagangan awal. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 4%, sementara indeks ASX 200 Australia menguat hampir 3%.

Ye Lin, dari lembaga riset Rystad Energy, mengatakan bahwa perlu waktu sampai khalayak umum merasakan penurunan harga di pompa bensin.

Menurut Ye, tidak semua negara menyesuaikan harga bahan bakar setiap hari.

Karena itu, seberapa cepat harga minyak turun akan sangat bergantung pada seberapa besar pasokan minyak dari kawasan Teluk yang kembali dilepas ke pasar seiring dimulainya kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

‘Dua pekan ke depan sangat sulit’

Sementara itu, sebagaimana diulas Khashayar Joneidi (Koresponden BBC Persia di Washington DC) bahwa Ada defisit kepercayaan antara Amerika Serikat dan Iran menjelang dimulainya putaran perundingan baru selama dua pekan.

Iran dan AS telah dua kali bernegosiasi dalam setahun terakhir. Pada kedua kesempatan tersebut, perang pecah di tengah proses perundingan.

Terlepas dari bagaimana Iran menggambarkan diri mereka sebagai pihak yang menang melalui media pemerintah, posisi Iran sejatinya sangat lemah.

Kekuatan militernya mengalami kerusakan parah, perekonomiannya berada dalam kondisi terpuruk, dan pemerintah Iran masih menghadapi persoalan besar dengan kelompok oposisi serta masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Iran mulai mengeksekusi sejumlah orang yang ditangkap selama aksi protes pada Januari lalu.

Pemerintah Iran kini harus memperketat cengkeramannya atas kekuasaan di dalam negeri. Situasinya buruk, namun pada saat yang sama tuntutan-tuntutan yang diajukan Teheran juga sulit dipenuhi oleh AS.

AS menyatakan telah menerima gencatan senjata dengan syarat lalu lintas maritim di Selat Hormuz berjalan lancar.

Sementara itu, Iran menegaskan keinginannya untuk tetap mengendalikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dengan alasan faktor geografis. Hal tersebut disebut sebagai prioritas utama Teheran.

Perundingan terkait program nuklir Iran diperkirakan akan berlangsung sulit. Media pemerintah Iran mengklaim bahwa AS telah menyetujui pengayaan uranium di Iran.

Namun, AS menyatakan sebaliknya, yakni menginginkan agar tidak ada pengayaan uranium yang dilakukan di Iran.

Dua pekan ke depan diperkirakan akan menjadi periode yang sangat sulit. (*/ut/bbc)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRESIDEN PRABOWO Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
DIPERLEBAR Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo Banjarbaru
POLRESTA BANJARMASIN Ungkap 40 Kasus Narkotika dengan 53 Tersangka
MANTAN SEKRETARIS Disdik Banjarmasin Turut Terseret Kasus Sewa Server Jaringan dan Aplikasi
SRI HURIYATI HADI Tekankan Hari Lahir Pancasila Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
TERJATUH DARI MOTOR Rekan Minum Dibunuh, “Kasus Berdarah” di Mantuil dan Pelaku Diringkus
“KASUS BERDARAH” di Bumi Basirih Banjarmasin, Ayah Dua Anak Tewas
“AMUK HANTU MERAH” Porak-poranda Rumah Kontrakan, Gegerkan Warga

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:07

PRESIDEN PRABOWO Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00

JEMAAH HAJI Diingatkan soal Larangan Bawa Air Zamzam dalam Koper

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:54

SATGAS HAJI Tangani 59 Kasus Terkait Pelaksanaan Haji 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:49

DIPERLEBAR Jembatan Cambai di Jalan Mistar Cokrokusumo Banjarbaru

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:47

OKNUM POLISI 2 Kali Positif Narkoba, Menghilang saat Mau Sidang

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:37

POLRESTA BANJARMASIN Ungkap 40 Kasus Narkotika dengan 53 Tersangka

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:10

14 SPESIES MANGROVE Ditemukan di Kawasan PBPH Kotabaru

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:55

PILKADA DIUSUL Digelar Asimetris Mengacu Karakteristik Daerah

Berita Terbaru

Mensesneg Prasetyo Hadi (tengah), Seskab Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Kepala Bakom Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (Foto: Antara/Genta T Mawangi)

Headline

PRESIDEN PRABOWO Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:07

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca