100 KONTAINER Durian Ditolak, Mengandung Pewarna Kimia

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 01:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sebanyak lebih 100 kontainer durian Thailand ditolak China karena terdeteksi mengandung pewarna kimia.

Alhasil kerugian ditafsir mencapai Rp 240 miliar.  Beberapa negara di Asia Tenggara tengah memasuki musim durian.

Thailand, sebagai salah satu penghasil durian kerap mengekspor durian ke negara lain, termasuk ke China.

Namun, baru-baru ini durian yang diekspor dari Thailand tersebut ditolak oleh pasar China. Hal tersebut lantaran durian dari Thailand terdeteksi bahan kimia.

Dikutip dari Khaosod English  The General Administration of Customs of China (GACC) dan Detik.com, mendeteksi adanya jejak Basic Yellow 2 (BY2) pada buah durian dari Thailand.

Penolakan tersebut terjadi tepat sebelum puncak permintaan pada Tahun Baru Imlek. Selain itu, penolakan ini juga menyebabkan kerugian sebesar Rp 240 miliar.

Para eksportir menjadi panik, karena mereka telah membayar petani durian premium dengan harga tinggi, tapi investasi mereka hancur.

Karenanya, mulai 10 Januari 2025 kemarin, semua pengiriman durian ke China harus disertai dengan laporan pengujian yang menyatakan tidak adanya BY2 dan kadmium.

Jika terdapat pelanggaran, maka akan mengakibatkan penolakan pengiriman, penundaan, atau bahkan harus dimusnahkan. Penundaan menambah kekacauan pada semua pengiriman durian.

Pemeriksaan mendadak yang dilakukan China terhadap durian dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang menunda pengiriman hingga 9 hari, sehingga menyebabkan kemacetan di pelabuhan dan pos pemeriksaan.

Baca Juga :   BUS Trans Banjarbakula Dapat Penambahan Kuota BBM Bersubsidi

Yang menambah kekacauan adalah dengan lebih dari 50 persen pengiriman kini menjalani pengujian, simpanan tersebut mengancam kelangsungan ekspor di masa depan.

Jelas, peraturan ini menjadi perhatian pemerintah Thailand. Pasalnya, insiden ini turut mempengaruhi harga durian Thailand di pasaran.

Menanggapi krisis ini, Thailand’s Fruit Board telah mengamanatkan 100 persen terhadap seluruh ekspor durian.

Laboratorium terakreditasi, seperti AMARC, telah mulai menawarkan pengujian BY2 dengan biaya Rp 1,4 juta per sampel.

Hasilnya dapat diperoleh dalam tiga hari. Kementerian Pertanian juga telah mengirimkan pejabat untuk memeriksa fasilitas pengepakan untuk memenuhi standar kualitas.

Menteri Pertanian Narumon Pinyosinwat mengumumkan pedoman yang lebih ketat, termasuk mencabut izin ekspor untuk fasilitas yang menggunakan zat terlarang.

Hal tersebut dilakukan pemerintah setempat guna membangun kembali kepercayaan konsumen terhadap durian Thailand.

Karenanya pemerintah menjalani langkah-langkah jaminan kualitas. Pemerintah Thailand dijadwalkan untuk bekerja sama dengan otoritas China pada tanggal 5-7 Februari 2025, untuk mengatasi krisis ini dan menegosiasikan protokol perdagangan yang lebih lancar. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026
BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile
MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor
HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:33

EKS KANIT Narkoba Polresta Ambon Jadi Bandar Sabu dari Kalimantan, Raup Rp 20 Juta Per Hari

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 21:38

RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam

Kamis, 23 April 2026 - 19:50

DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 19:34

DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD

Kamis, 23 April 2026 - 18:24

DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Berita Terbaru

(newswire.lk)

Internasional

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:11

Korban dan angkotnya dibakar pelaku yang tak terima ditegur karena serobot antrean ngetem di Tanah Abang (Foto: Istimewa)

Hukum

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca