KEMENHAJ Siapkan Klinik Satelit Layani Jemaah Haji dengan Cepat

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 00:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026). (Foto: Antara/Citro Atmoko)

Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026). (Foto: Antara/Citro Atmoko)

SuarIndonesia — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan klinik satelit di setiap sektor di Makkah untuk memberikan pelayanan cepat bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 Ihsan Faisal di Makkah, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan klinik satelit tersebut berfungsi sebagai lokasi pertolongan pertama bagi anggota jemaah yang sakit agar tidak perlu langsung dirujuk lebih jauh.

Namun, apabila kondisi anggota jemaah membutuhkan penanganan lanjutan dan tidak tertangani di klinik satelit, pasien akan segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung menuju Rumah Sakit Arab Saudi.

Ia menambahkan jumlah tenaga medis di klinik satelit tersebut di luar dari petugas kesehatan yang sudah melekat pada masing-masing kelompok terbang (kloter).

Klinik Kesehatan Haji Indonesia saat ini didukung sekitar 200 tenaga kesehatan yang dibagi untuk wilayah Makkah dan Madinah.

Penyediaan klinik satelit di tingkat sektor tersebut sejalan dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M yang mengatur rasio pelayanan kesehatan, di mana satu klinik minimal melayani 5.000 anggota jemaah.

Dalam merespons aturan tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo mengatakan pemerintah mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor di Makkah, sedangkan wilayah Madinah disiapkan lima klinik kesehatan di lima sektor.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ujar Ihsan.

Untuk meningkatkan akurasi medis, petugas kesehatan kloter juga dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Pendekatan itu dinilai penting agar anggota jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat sasaran.

Guna menjamin mutu layanan pada operasional haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan adanya supervisi dari penyedia kesehatan swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan diawasi secara langsung oleh Saudi German Hospital.

Baca Juga :   BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Untuk kebutuhan obat-obatan, distribusi akan dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah langsung ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel masing-masing.

Petugas haji menggunakan aplikasi Kawal Haji melalui ponsel di Kantor Daker Makkah, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026). (Foto: Antara/Citro Atmoko)

Aplikasi Kawal Haji

Sementara itu, dilansir dari Antara, Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah Ali Sadikin mengatakan jemaah haji bisa memanfaatkan aplikasi Kawal Haji sebagai media pelaporan terpadu jika menemui kendala selama berada di Tanah Suci.

Menurut Ali, aplikasi tersebut berfungsi sebagai wadah bagi jemaah maupun petugas untuk melaporkan berbagai kebutuhan layanan penyelenggaraan haji secara cepat.

“Jamaah bisa melaporkan terkait beberapa layanan, misalnya konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, bimbingan ibadah, dan hal lain yang berkaitan dengan operasional haji,” kata Ali di Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026).

Ali menjelaskan bahwa aplikasi Kawal Haji mengusung konsep crowdsourcing di mana seluruh laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jemaah dan petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin sehingga komunikasi berjalan dua arah.

“Sistemnya transparan. Semua orang bisa melapor dan menanggapi. Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, jamaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu bagi jemaah lain juga bisa memberikan informasi di situ,” ujar Ali. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS
FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca